Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan menerapkan penguncian wilayah meski angka positi Covid-19 meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Malaysia menduga peningkatan kasus Covid-19 berasal dari migran asal negara tetangga seperti Filipina dan Indonesia.
Pada Maret lalu, Malaysia memberlakukan penguncian wilayah secara ketat demi membendung penularan Covid-19. Seiring dengan melandainya penambahan kasus, Malaysia melonggarkan penguncian secara bertahap. Meski demikian, otoritas terkait sempat membuka kembali wacana penguncian wilayah jika peningkatan kasus mencapai tiga digit.
Dalam sepekan terakhir, Malaysia mengalami penambahan kasus baru Covid-19 secara masif. Pada Sabtu (3/10), Malaysia melaporkan 317 kasus baru Covid-19.
Namun, pemerintah mengabaikan wacana penguncian wilayah kembali di Malaysia. Pemerintah beranggapan penambahan kasus tidak merata. “Hanya ada satu atau dua kasus di setiap negara bagian. Jadi, permasalahan ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan sekarang,” kata Menteri Keamanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, sebagaimana dilansir Reuters.
Pemerintah lantas mendapatkan sejumlah kecaman atas peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Terkhusus penambahan kasus di Sabah dimana belum lama ini melakukan pemilihan umum.
Tidak hanya itu, beberapa politisi yang berkampanye di wilayah tersebut dituduh melanggar aturan protokol kesehatan. Sementara otoritas terkait tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti karantina 14 hari bagi mereka yang baru kembali dari Sabah.
Tetapi, Menteri Ismail urung menanggapi dugaan tersebut. Ia bahkan menuduh peningkatan kasus berasla dari migran dari negara tetangga seperti Indonesia dan Filipina. Karenanya, pemerintah segera meningkatkan wilayah perbatasan di kedua negara tersebut.
“Kasus di negara tetangga sudah meningkat. Masuknya migran ilegal dari sana berdampak pada upaya kami mengendalikan penyebaran Covid-19,” tuduh Ismail.
Sejauh ini Malaysia terus mengamati peningkatan kasus baru Covid-19 di Filipina dan Indonesia. Filipina mengonfirmasi 319.330 kasus sementara Indonesia dengan 299.506 kasus Covid-19. Sedangkan Malaysia melaporkan total 12.088 kasus dengan 137 kematian. [Mohamad Deny Irawan]























