Venezia, Gontornews — Pemerintah Kota Venezia mengonfirmasi terealisasinya teknologi penahan air pasang, Sabtu (3/10). Dengan hadirnya dinding pelindung ini, Venezia tidak akan mengalami lagi bencana “Acqua Alta” yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota laguna tersebut.
Teknologi bernama “Mose” tersebut terdiri dari 78 dinding penghalan yang tersambung di sepanjang pintu masuk kota Venezia. Dinding ini akan ikut terangkat saat air pasang melanda menajak akibat angin kencang ataupun hujan.
“Hari ini, semuanya kering. Kami berhasil menghentikan (air pasang) laut,” ungkap Wali Kota Venezia, Luigi Burgnano, kepada Reuters.
“Banyak hal buruk terjadi di di sini. Tetapi sekarang, sesuatu yang luar biasa telah terjadi,” sambungnya mengapresiasi proyek bernilai Miliaran Euro tersebut.
Pemerintah Venezia, sebelumnya, telah memprediksi gelombang pasang setinggi 130 cm, Sabtu (3/10). Ketinggian tersebut ditengarai cukup untuk menjadikan sejumlah wilayah Venezia terendam air laut.
Akibat air pasang tersebut, sejumlah situs bersejarah Venezia mengalami kerusakan. Sebut saja, alun-alun St Mark yang sering dipadati para pengunjung. Padahal, air pasang hanya mencapai 70 cm saja.
“Hari ini merupakan hari yang sangat penting. Hari bersejarah karena kami seharusnya sudah terendam air. Tapi sekarang, sebaliknya, wilayah kami mengering,” kata Massimo Milanese, seorang maanjer Lavena Cave di St Mark’ Square.
Sejarah mencatat, musibah “Acqua Alta” terparah terjadi 50 tahun silam yang membuat St Mark’s Square terendam air laut setinggi satu meter.
Mose dirancang untuk melindungi Venezia dari gelombang pasang hingga 3 meter. Ia berharap, teknologi ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Venezia.
“Ini adalah hari yang indah bagi Venezia,” ungkap partai penguasa pemerintah. [Mohamad Deny Irawan]





















