Gaza, Gontornews — Ahad siang (18/10), para tokoh ulama dunia dan Asia Pasifik, aktivis kemanusiaan, juga para pimpinan lembaga kemanusiaan untuk Palestina dan dunia Islam, sukses menggelar acara Muktamar Koalisi Asia Pasifik Bela Al-Quds dan Palestina dengan tema, “Al-Quds adalah Amanah.”
Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam serta tempat dimuliakannya Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Sudah sepatutnya seluruh umat Muslim bersatu membela al-Aqhsa karena al-Aqsha saat ini benar-benar dalam bahaya!
Kejadian pembubaran halaqah al-Qur’an, penangkapan jamaah, penggalian terowongan di bawah masjid al-Aqsha, pembangunan kuil Yahudi di sekeliling al-Aqsha, perusakan makam sahabat dan tabi’in di pekuburan ar-Rahmah, dan pengepungan masjid oleh ekstrimis Yahudi, semua tidak henti terjadi setiap hari.
Sementara dunia disibukkan dengan pandemi Covid-19, sedangkan Masjid al-Aqsha mengalami dua pandemi sekaligus, Covid-19 dan penjajahan Zionis Israel. Penjajah Zionis Israel menutup Masjid al-Aqsha dengan alasan penyebaran Covid-19, tetapi sesungguhnya kaum Muslimin dijauhkan dari meramaikan dan menjaga al-Aqsha. Momen inilah yang menjadi kesempatan emas Zionis Israel untuk menguasai al-Aqsha.
Dalam kesempatan berbahagia tersebut, Syaikh Dr Ikrimah Shabri, Imam Besar Masjid al-Aqsha, menyampaikan, “Saya sangat bersyukur atas semua pihak yang telah menggelar perkumpulan yang baik ini.” Sebagaimana kita tahu bahwa kata al-Quds, al-Aqsha, dan Palestina, lanjutnya, ketiganya akan selalu berkaitan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan. Jika sekarang ada yang menyatakan bahwa al-Aqsha adalah milik Yahudi maka itu salah besar. Sebab Allah SWT dengan jelas telah memberitahukan bahwa al-Aqsha adalah milik umat Muslim saja.
Dr TGB KH Muhammad Zainul Majdi, Ketua Dewan Tanfidz Nahdlatul Wathan, juga menuturkan agar umat Islam bersatu karena dalam persatuan akan ada kekuatan, sedangkan di dalam perpecahan akan ada kegagalan. “Kita juga harus memberitahukan umat (generasi penerus khususnya) bahwa Masjid al-Aqsha adalah milik umat Muslim dan bukan milik Yahudi,” terangnya dalam kanal Youtube Aqsa Institute.
Turut hadir dalam seminar kali ini, Romo KH Miftachul Akhyar (ketua umum Nahdlatul Ulama). Selain itu beberapa narasumber lain diantaranya Syaikh Dr Hammam Sa’id (Ketua Koalisi Internasional Bela al-Quds dan Palestina) asal Yordania, Dato Wan Mohamad bin Syekh Abdul Aziz (Persatuan Ulama Malaysia), serta Fahmi Salim Zubair MA (wakil ketua Komisi Dakwah MUI). <Edithya Miranti>
























