Paris, Gontornews — Pakar Epidemologi Prancis, Arnaud Fontanet, mengatakan penyebaran virus Covid-19 gelombang kedua lebih cepat dari perkiraan. John Hopkins University mencatat kasus Covid-19 di Prancis telah mencapai 1.084.023 kasus dengan total kematian mencapai 34.535 kasus, Jumat (23/10).
Fontanet juga mengingatkan kepada Menteri Ekonomi Prancis bahwa masifnya penyebaran Covid-19 dapat berdampak pada kondisi ekonomi. Ia menyebut aturan jam malam serta sejumlah pembatasan demi mencegah penyebaran virus untuk membatasi penyebaran virus sebagai faktor peruntuh ekonomi.
“Virus menyebar lebih cepat dari pada musim semi,” kata Fontanet sebagaimana dilansir Reuters.
Fontanet menjelaskan bahwa upaya penguncian wilayah selama tiga bulan pada periode pertama penyebaran Covid-19 berhasil. Tetapi sejak akhir Juli, beban kasus terus meningkat sekalipun hawa dingin membuat penyebaran virus semakin cepat.
“Ada satu pekan pada bulan September yang menyebabkan indikator penyebaran di seluruh Eropa menjadi salah arah. Virus menyebar lebih cepat saat musim dingin,” ucapnya.
Masifnya penyebaran Covid-19 juga berpeluang meningkatkan beban sistem pelayanan kesehatan masyarakat Prancis. Otoritas terkait melaporkan hampir setengah dari total 5.000 tempat tidur ICU di Prancis terisi oleh pasien Covid-19.
“Ada kemungkinan gelombang kedua akan lebih buruk dari periode pertama,” kata seorang Kepala Rumah Sakit di Paris, Martin Hirsch.
Demi membatasi penyebaran Covid-19, Prancis memberlakukan jam malam mulai Jumat (23/10). Secara keseluruhan, dua pertiga warga Prancis akan berada di rumah mulai pukul 9 malam hingga pukul 6 pagi hingga bulan Desember mendatang. [Mohamad Deny Irawan]




















