Jakarta, Gontornews — Ustadz Bachtiar Nasir Lc MM, salah satu narasumber Majelis Virtual Majalah Gontor bertema “Santri Indonesia Meneladani Pahlawan, Mengabdi untuk Negeri”, pada Rabu (4/11) siang menyampaikan bahwa melihat aksi kepahlawanan para kiai terdahulu, maka ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan bersama.
Berikut nilai kepahlawanan santri yang diwakili oleh para kiainya terdahulu. Pertama, nilai tauhid. “Artinya kemenangan, kemuliaan, dan martabat yang abadi, sesungguhnya karena ada atau tidaknya kalimatullah, laa ilaaha illa Allah,” ujar ustadz yang biasa disebut UBN itu.
Bahwa uang bukanlah segala-galanya buat santri. Akan tetapi santri in syaa Allah dengan segala kekurangannya akan bangkit dengan kalimatullah, lek perlu sak nyawane pisan. Sebagaimana yang telah dicontohkan para kiai Gontor dan lainnya.
Kedua, dakwah. Hidup mereka, para kiai pejuang Islam hanyalah untuk berdakwah di jalan Allah SWT. Makanya berkat keikhlasan dan dedikasi tinggi yang dimiliki, mereka pun siap berjuang mendirikan lembaga-lembaga pendidikan di berbagai penjuru. “Karena ada prinsip dakwah yang dibangun di dunia pendidikan,” terang alumnus Pondok Modern Darusssalam Gontor itu.
Ketiga, muqowamah. Muqowamah prinsip perlawanan yang tak pernah henti. Bentuk perlawanan yang tidak pernah kenal letih dan tak mau berhenti dengan semua kecerdasan dan kesabaran yang dimiliki. Pahlawan Islam sejati akan selalu siap berjuang demi kejayaan Islam, kemaslahatan umat, dan kemerdekaan bangsa, bahkan hingga tetes darah penghabisan.
Keempat, kemasyarakatan, asasul manfaat. “Semoga santri yang menjadi pengusaha, tokoh politik tidak luntur dan luluh dengan keduniawian dan tidak takut mati di jalan Allah SWT,” pungkas pria kelahiran Jakarta, 26 Juni 1967, itu kepada Gontornews.com. [Edithya Miranti]




















