Jakarta, Gontornews — Majelis Virtual Majalah Gontor bertema “Santri Indonesia Meneladani Pahlawan, Mengabdi untuk Negeri”, pada Rabu (4/11) siang tadi berhasil mengundang sejumlah tokoh alumni Gontor di antaranya Ahmad Fuadi, jurnalis dan penulis buku Negeri Lima Menara.
Dalam penuturannya, Ahmad Fuadi menyampaikan, “Hanya dengan modal satu mahfudzat, Man Jadda Wajada,Β satu buku saya bisa booming.” Artinya, tambahnya, jika teman-teman alumni mau mengolah apa saja yang ada di Gontor itu mungkin bisa jadi berjilid-jilid buku.
Ia akui bahwa Gontorlah yang telah membuatnya mengenal dunia tulis-menulis. “Saya provokasi menulislah! Menulislah! Menulislah dari hati maka akan sampai ke hati!” pesan alumnus Gontor tahun 1992 itu.
Fuadi juga kembali menjelaskan bahwa setiap santri Gontor diberi peluang untuk menjadi siapa saja. “Karena Gontor tidak hanya mengajarkan agama saja, tapi juga menjadikan manusia yang lengkap, bisa berada di profesi apa saja, tapi punya komitmen pada kesantriannya,” terangnya kepada Gontornews.com.
Salah satu prestasi besar Fuadi yakni buku Negeri Lima Menara yang telah dijadikan buku wajib di University of California, Berkeley, pada dua mata kuliah. Salah satunya mata kuliah yang menyelami seluk-beluk masyarakat Asia Tenggara dan di antara caranya yaitu masuk melalui literatur, novel keseharian masyarakat Muslim di Asia Tenggara. Buku Negeri Lima Menara, menariknya bercerita tentang lokalitas dan miliu pesantren. Hal inilah yang ternyata menjadi daya tarik tersendiri masyarakat luar.
“Awalnya saya ge er sekali, buku saya menjadi buku wajib,” ungkap pira kelahiran 30 Desember 1973 itu. Tapi, sambungnya, lama-lama saya sadar bahwa ini bukan karena buku saya bagus, karena banyak buku lain yang lebih bagus.
Hal yang membedakan adalah orang yang mempunyai cerita luar biasa, kadang-kadang justru tidak menuliskannya. Jadi mereka hanya bercerita saja secara lisan. Cerita lisan itu akan bisa habis ditelan oleh waktu dan zaman, seperti tsunami yang hebat namun akan menjadi buih-buih saja.
Karena itu menurutnya, salah satu lahan dakwah yang luar biasa bagi kita umat Islam adalah tulisan. Tulislah mau cerita atau pemikiran apa saja, kita tidak akan tahu tulisan kita akan ke mana berlabuh nanti. “Dalam kasus saya adalah sampai ke California dan itu yang membuat saya kaget,” pungkas Fuadi.
Selain Ahmad Fuadi, Majelis Virtual Majalah Gontor kali ini juga turut mengajak beberapa narasumber di antaranya dr. Taniem Nawawi (Dokter Tim Satgas Covid 19), Mayor Pnb. Rahmat Syaputra (TNI dan Pilot Pesawat Kepresidenan RI), serta H Abdul Ghofur Mas’ud (Bupati Panajam Paser Utara). [Edithya Miranti]






















