Washington, Gontornews – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama Badan Antariksa Eropa, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat, dan Organisasi Eropa untuk Eksploitasi Satelit Meteorologi (EUMETSAT), bulan ini akan meluncurkan satelit Sentinel-6 Michael Freilich.
Dilansir dari nasa.gov, satelit itu akan melanjutkan pengukuran tinggi permukaan laut berbasis satelit yang berlangsung selama 28 tahun.
Dengan satelit, penyelidikan yang dilakukan NASA bersama mitra internasional selama beberapa dekade dapat memantau kenaikan permukaan laut dengan akurasi dan presisi tinggi. Permukaan air laut global naik sekitar 0,13 inci (3,3 milimeter) per tahun. Angka tersebut 30 persen lebih besar dari peluncuran pertama misi satelit NASA pada tahun 1992.
Permukaan air laut meningkat merupakan efek dari pemanasan global, karena penyerapan panas dalam jumlah besar yang terperangkap oleh gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab naiknya permukaan air laut di antaranya melelehnya es di kutub bumi. Dua pertiga kenaikan permukaan air laut global disebabkan oleh mencairnya lapisan es dan gletser yang menutupi Antartika dan Greenland.
Selain itu, kenaikan permukaan air laut juga disebabkan oleh ekspansi termal. Sebagian besar panas akibat pemanasan global diserap oleh laut, sehingga suhu laut dan udara lebih hangat.
Pada 2014, NASA membentuk Tim Ilmu Perubahan Permukaan Laut untuk mengumpulkan para ahli. Para ilmuwan, dari berbagai macam disiplin ilmu, berkumpul untuk membahas kenaikan permukaan air laut yang sekarang dan di masa depan.
“Kami bersatu untuk tujuan besar ini,” kata Nadya Vinogradova Shiffer, manajer program NASA yang mengawasi tim. [Sabarita Febri]


















