Paris, Gontornews — Lembaga Hak Asasi Manusia internasional, Amnesty International, menyebut mayorits negara-negara kaya berhasil mengamankan vaksin tiga kali lipat dari pada populasinya. Fakta ini, oleh Amnesty, seperti halnya merampas hak miliaran orang dalam sebuah negara-negara miskin.
Sebagai informasi, Inggris menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 dari produsen Pfizer bulan ini. Inggris berharap proses vaksinasi ini dapat menghentikan penyebaran virus penyebab kematian 1,5 juta orang secara global tersebut.
Amnesty International bersama organisasi HAM lain seperti Frontline AIDS, Global Justice Now dan Oxfam mendesak pemerintah dan industri farmasi untuk mengambil tindakan untuk memastikan hak kekayaan intelektual vaksin dapat terbagi secara luas.
“Hampir 70 negara miskin hanya dapat menyuntikkan vaksin satu dari sepuluh orang hingga tahun depan kecuali ada tindakan yang segera diambil,” kata Amnesty dalam rilis yang dikutip Reuters.
“Data yang kami perbaharui menunjukkan bahwa negara-negara kaya yang hanya 14 Persen dari populasi dunia telah membeli 53 Persen semua vaksin (Covid-19) yang paling menjanjikan sejauh ini,” imbuhnya.
Sebagai contoh, Amnesty menyebut Kanada sebagai negara yang membeli paling banyak vaksin Covid-19. Bahkan, Kanada membei vaksin Covid-19 lima kali lebih banyak dari total populasi warganya.
Amensty lantas mendesak World Trade Organization (WTO) untuk menerima proposal yang diajukan oleh Afrika Selatan dan India. Melalui WTO, kedua negara meminta produsen vaksin agar melepas hak kekayaan intelektual vaksin, tes dan perawatan Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]




















