London, Gontornews — Pemerintah Inggris, Kamis (4/3/2021), mengatakan dunia menghadapi sekitar 4.000 varian virus penyebab Covid-19. Negara Eropa tersebut tidak menampik bahwa virus korona varian Inggris, Afrika Selatan dan Brazil merupakan bagian dari ribuan varian virus korona yang tersebar di dunia.
Penanggung jawab vaksinasi Inggris, Nadhim Zahawi, memastikan bahwa vaksin yang beradar saat ini akan bekerja melawan virus korona varian baru.
“Sangat kecil kemungkinan vaksin yang ada saat ini tidak akan efektif pada varian baru baik di Kent atau varian lain. Terutama, jika terjadi penyakit parah ataupun pasien rawat inap,” kata Zahawi kepada Sky News.
“Semua produsen, Pfizer-BioNTech, Moderna, AstraZeneca-Oxfod dan lainnya sedang mencari cara untuk meningkatkan vaksin mereka untuk memastian bahwa kami siap menghadapi varian apapun. Saat ini ada sekitar 4.000 varian Covid-19 di seluruh dunia,” sambungnya.
Zahawi menjelaskan bahwa ribuan varian virus korona yang bermutasi merupakan replikasi dari virus asal. Kecil kemungkinan ada varian baru yang mengubah sifat virus secara drastis.
Varian Inggris yang dikenal sebagai VUI-202012/01, memiliki mutasi pada protein spike yang berguna untuk mengikat ACE2 manusia. Varian ini memang terkenal dengan tingkat penularan yang dramatis ketimbang varian asli virus korona.
“Kami memiliki industri pengurutan genom terbesar dengan memiliki 50 persen industri pengurutan genom dunia. Kami menyimpan semua varian dalam perpustakaan sehingga kami siap untuk merespons baik pada musim gugur atau seterusnya,” jelas Zahawi.
Sebagai informasi, virus korona telah menewaskan 2,268 juta orang sejak pertama kali muncul di Cina pada akhir 2019. [Mohamad Deny Irawan]





















