Perasaan cemburu merupakan hal yang manusiawi bagi setiap orang. Jangankan kita, para istri dan sahabat Nabi SAW pun juga pernah merasakannya.
Cemburu terhadap pasangan memang tidak selamanya bernilai negatif. Kehadiran rasa cemburu yang ‘positif’ diamini dapat menambah keharmonisan hubungan suami istri. Bahkan juga mampu meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual manusia.
Rasulullah SAW bersabda, “Ada jenis cemburu yang dicintai Allah SWT, ada pula yang dibenci-Nya. Cemburu yang disukai, yaitu cemburu tatkala ada sangkaan atau tuduhan. Sedangkan yang dibenci, yaitu adalah yang tidak dilandasi keraguan.”
Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasangan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dari cemburu yang berlebihan. Pertama, seorang istri hendaklah bertakwa kepada Allah SWT dan bersikap pertengahan dalam hal cemburu terhadap suami.
Kedua, wanita pencemburu, hendaknya mampu menahan diri, sehingga perasaan tersebut tidak mendorongnya melakukan pelanggaran syariat ataupun berbuat zalim.
Ketiga, jadikan perasaan cemburu itu sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada suami.
Keempat, ingatlah, suami Anda tidak mencari perempuan selain diri Anda. Dia mencintai, bekerja, dan ingin senantiasa hidup bersama Anda.
Kelima, istri yang bijaksana juga tidak akan menyulut api cemburu suaminya, seperti memuji lelaki lain di hadapannya. [Edithya Miranti/Rus]




















