Ankara, Gontornews — Jurubicara Kementerian Pertahanan Nasional Turki Mayor Pınar Kara mengatakan pada konferensi pers bahwa kecelakaan helikopter militer yang mematikan di Turki timur Kamis lalu disebabkan oleh kondisi cuaca buruk dan hilangnya jarak pandang.
“[Kecelakaan] terjadi karena helikopter kehilangan jarak pandang akibat kondisi cuaca buruk yang diakibatkan oleh perubahan mendadak kondisi cuaca pada tahap terakhir penerbangan,” katanya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Ia menambahkan bahwa helikopter itu tiba-tiba kehilangan jarak pandang sebelum kecelakaan di Distrik Tatvan, Provinsi Bingöl.
Kara mengatakan Angkatan Bersenjata Turki memiliki 50 helikopter tipe Cougar. Sebanyak 30 di antaranya diberikan kepada Komando Angkatan Darat dan 20 kepada Komando Angkatan Udara.
Ia menyebutkan, sejak 1995, ketika helikopter ditambahkan ke inventaris militer, helikopter itu telah menyelesaikan sekitar 150 ribu jam penerbangan dalam berbagai kondisi cuaca dan medan.
Sebanyak 11 tentara Turki, termasuk seorang komandan korps, menjadi martir dan dua lainnya terluka dalam kecelakaan itu.
Kontak dengan helikopter, yang lepas landas dari Provinsi Bingol pada pukul 1.55 sore waktu setempat (1055GMT), hilang pada 14.25 (1125GMT). []


















