Jangan lupakan nilai-nilai pendidikan yang didapat di Pondok Modern Gontor: Bagaimana cara berjuang, beramal, berkorban, dan berpegang kepada prinsip agar tidak kehilangan prinsip. Jadilah pemuda pejuang yang dapat diandalkan. Yang memunyai rasa tanggung jawab atas kesejahteraan umat serta kemajuan agama dan bangsa. Tidak untuk diri sendiri.
Dalam kehidupan ini banyak hama perjuangan, yang lazim berbentuk harta, wanita, tahta atau pangkat. Ini seperti wereng manusia. Dalam perjuangan jangan cari yang enak-enak, yang gampang-gampang saja, atau untuk diri sendiri saja. Masing-masing orang harus mawas diri, atau menilai dirinya sendiri sampai di mana nilai amal dan nilai perjuangannya di masyarakat.
Hidupmu untuk kepentingan berapa orang? Hanya memikirkan dan berusaha untuk kepentingan segelintir manusia, diri sendiri, istri, atau dua-tiga orang keluarga? Apa arti hidup yang hanya sedemikian? Terlalu murah harga dirimu!
Ingatlah racun kolonial yang sangat berbahaya, yaitu kuatnya rasa individualisme. Sifat-sifat sosial kemasyarakatan kolektivisme sangat menipis, bahkan hamper habis karenanya. Mari kita hidupkan lagi, mari kita bangkitkan dalam diri sendiri lebih dulu. Perhatikan bagaimana perjuangan, pengorbanan, dan jasa orang lain.
Ingat, orang kaya-raya semacam apapun tak ada gunanya, dan tak ada rasa hormat dari umatnya, sebelum memerlihatkan jasa dan hasil perjuangannya. Ilmu setinggi langit dengan segala titel di kantong, tak ada gunanya bila tidak berjasa bagi umat. Orang yang hanya seperti itu suka berpikir untuk dirinya sendiri saja, tidak bisa berjasa, apalagi kepada famili, keluarga, bangsa dan agamanya. []























