وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Jangan bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamu orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran [3]: 139)
Ketiga, kita wajib melakukan segalanya dengan keikhlasan hati hanya untuk Allah semata, lillahi Ta’ala. Jangan mencari pujian, kehormatan, dan lain-lain. Ini berbahaya karena kalau nanti tidak ada yang mau memuji dan menghormati, maka kita akan kecewa dan patah semangat.
Ingat, kalau niat kita berdakwah hanya ingin cari gengsi dan kehormatan, justru itu akan menghilangkan harga diri kita. Kalau diniatkan hanya untuk Allah, maka rahmat Allah tercurah tak terhingga kepada kita.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan.” (QS an-Nisa’ [4]: 125)
مَن أحبَّ للهِ ، وأبغَضَ للهِ ، وأَعْطَى للهِ ، ومنَعَ للهِ ، فقد استَكْمَلَ الإيمانَ
“Barangsiapa cinta karena Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah, dan mencegah karena Allah, maka sesungguhnya telah sempurna imannya.” (HR Abu Daud)
Keempat, kita harus punya keyakinan yang bulat bahwa usaha dan apa yang kita lakukan akan sangat berguna bagi kemaslahatan umat. Kita harus tetap optimis, meski tampak banyak yang tak suka dan tak mau. Ingatlah, sebanyak orang yang tak suka, sebanyak itu pula yang suka.
فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ ۚ
“Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.” (QS Fathir [35]: 8)
إِنَّا هَدَيْنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus. Ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS. al-Insan [76]: 3)
مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا
“Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang telah Tuhan berikan untukku itu seperti hujan lebat yang menyirami bumi.” (HR Bukhari)
Kelima, para mubaligh dan da’i harus percaya bahwa agama Islam itu benar dan tinggi, tak ada yang menandingi agama Islam. Kita tak perlu khawatir dan ragu mensyiarkan dan mengamalkannya. Karena itu, kita harus punya tekad baja, meski banyak rintangan yang menghadang.
وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا
“Dan katakanlah, kebenaran telah datang dan kebatilan telah sirna. Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan sirna.” (QS al-Isra’ [17]: 81)
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. al-Fath [48]: 28)
ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ
“Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam menjadi agamamu.” (QS. al-Ma’idah [5]: 3) []





















