Bogor, Gontornews — Pendiri dan pemilik Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra, berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam di Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor, Kamis (29/4).
Disertasi promovendus yang bertajuk โPenerapan 7 Sunnah Nabi Muhammad SAW dan Hubungannya dengan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) Siswa dalam Bidang Matematikaโ itu oleh tim penguji dan promotor diganjar judisium Cumlaude.
Sidang yang berlangsung secara daring (online) melalui aplikasi Zoom ini dipimpin oleh Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor Dr HE Mujahidin MSi.
Raden Ridwan Hasan Saputra maju dalam Sidang Terbuka dengan Promotor Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS dan Co-Promotor H Hendri Tanjung PhD dan Dr HE Mujahidin MSi. Sedangkan bertindak sebagai penguji Prof Dr H Saeful Anwar MA dan H Adian Husaini MSi PhD.
Pria kelahiran Bogor, 16 April 1975, itu menjadi Doktor ke-257 yang dihasilkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor.
โDengan gelar ini harapan orangtua saya yang ingin ada salah satu anaknya menjadi doktor terwujud,โ kata Ridwan berbinar usai meraih gelarnya.
Gelar ini, lanjut Ridwan, juga dimaksudkan untuk memotivasi murid-murid KPM di seluruh Indonesia bahwa menuntut ilmu itu penting. Karena itulah, meski sudah meraih gelar doktor, ia akan terus belajar. โSaya akan segera mengambil program S1 (sarjana) bidang tafsir. Ke depan, saya ingin meraih gelar doktor tafsir,โ ujar sarjana dan magister lulusan IPB itu.
Tapi, mengapa tafsir? โUntuk mencapai sukses, kita harus dekat dengan Alquran,โ paparnya. []





















