Dubai, Gontornews — Yordania telah membuka kembali dua pos perbatasan dengan Arab Saudi dan Suriah setelah ditutup pada Agustus selama sembilan bulan karena staf yang terinfeksi virus corona, kata kementerian dalam negeri pada Senin (4/5).
Wisatawan harus menunjukkan hasil tes PCR negatif agar diizinkan masuk, harian Timur Tengah Asharq Al-Awsat melaporkan sebagaimana dirilis Arabnews.com. Mereka juga akan diminta untuk mengikuti tes tambahan saat tiba di Yordania, tambahnya.
Ada juga batasan ketat tentang jumlah orang yang diperbolehkan masuk per hari. Kementerian dalam negeri mengatakan 200 orang akan diizinkan masuk dari Arab Saudi melalui pos Al-Omari, sementara maksimal 150 orang dapat masuk dari Suriah melalui penyeberangan Jaber.
“Pos Jaber – disebut Nassib di pihak Suriah – baru dibuka kembali pada 2018 setelah ditutup selama beberapa tahun karena perang Suriah,” kata laporan itu.
Yordania telah mengonfirmasi 1.272 kasus baru dan 28 kematian dalam 24 jam terakhir. []























