Fenomena Bimbingan Masuk Gontor (Bimago) yang tersebar di seluruh Indonesia membuka tabir meningkatnya atensi masyarakat terhadap dunia pesantren. Bagi Pondok Modern Darussalam Gontor, kegiatan Bimago memiliki dua keuntungan: 1) Membantu pondok dalam melakukan pemindaian kemampuan santri sebelum masuk Gontor secara dini, dan 2) Mendayagunakan alumni sebagai perwakilan Pondok Modern Darussalam Gontor di masyarakat.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM), Dr H Adib Fuadi Nuriz MA MPhil, menjelakan bahwa Bimago sebagai etalase sistem pendidikan dan pengajaran Pondok Modern Darussalam Gontor di masyarakat. βBagaimanapun juga, etalase sistem pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor ada di Bimago,β katanya.
Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan mewawancarai menantu Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA (alm), pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor periode 1985-2020, itu. Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena Bimago yang tersebar di seluruh Indonesia?
Dalam pandangan kami, Bimago lahir dari perbedaan masa pendaftaran santri Gontor dengan waktu pendaftaran dengan sekolah di luar. Maka muncullah inisiatif alumni untuk menyiapkan calon santri agar mereka bisa mengikuti ujian dan kemudian lulus di Pondok Modern Darussalam Gontor. Bagi saya, kegiatan ini sangat baik.
Apa saja sisi positif Bimago bagi Pondok Modern Darussalam Gontor?
Pada intinya, Bimago menyiapkan santri untuk mengikuti ujian masuk Gontor. Kedua, Bimago mengajarkan baca tulis al-Qurβan, mengajarkan ibadah amaliyah dan qauliyah yang, barangkali, belum diterima oleh para peserta atau mematangkan materi-materi yang sebelumnya telah dipelajari di sekolah. Dalam hal ini, Bimago memberikan persiapan yang lebih matang bagi para peserta calon pelajar Gontor. Ketiga, Bimago harus berorientasi pada kaderisasi. Alumni yang terlibat dalam kegiatan Bimago juga bertugas untuk menyiapkan kader-kader yang bisa mereka andalkan di masyarakat di masa mendatang.
Secara global, Bimago sangat membantu Gontor. Dengan adanya Bimago, calon santri semakin siap untuk, pertama, mengikuti ujian dengan latar belakang kemampuan dasar baca tulis al-Qurβan, berhitung dan lain sebagainya. Kedua, meningkatkan keyakinan para calon peserta dan wali santri seiring dengan meningkatnya antusias masyarakat terhadap pesantren. Dalam hal ini, pondok sangat diuntungkan karena santri yang masuk Bimago sudah dikenalkan tentang Gontor sejak dini. Setidaknya, mereka sudah siap hidup dan berdisiplin di pondok.
Apakah Bimago mempengaruhi penambahan jumlah santri calon pelajar Gontor?
Seiring perkembangan waktu, perkembangan jumlah Bimago semakin meningkat. Alumni dan IKPM cabang di daerah semakin menyadari akan arti pentingnya Bimago. Alhamdulillah, peningkatan jumlah Bimago ini juga diikuti dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat. Masyarakat pun merasa bahwa Bimago telah membuka kesempatan besar bagi para santri calon pelajar untuk merasakan pendidikan Gontor. Tanpa disadari, jumlah santri calon pelajar yang mendaftar ke Gontor semakin meningkat tiap tahunnya.
Namun demikian, tidak semua Bimago mempersiapkan kegiatan santri calon pelajar Gontor. Dalam pantauan saya, Bimago juga telah membuka akses bagi persiapan masuk pesantren alumni Gontor. Ada pula Bimago yang mendaftarkan pesertanya ke sekolah-sekolah agama yang lain. Tidak hanya itu, ada Bimago yang juga melaksanakan try out bagi para murid yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kami juga menemukan ada Bimago yang mengajarkan al-Qurβan bagi bapak-ibu berusia lanjut.
Standar apa yang ingin diterapkan Pondok Modern Darussalam Gontor dari fenomena Bimago?
Kami telah menyiapkan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) bagi para pengurus Bimago di daerah. SOP ini mencakup standar operasional pelayanan, sistem pendidikan dan pengajaran, hingga manajemen operasional Bimago yang berada di bawah naungan PP IKPM. Dengan demikian, setiap pengelola Bimago memiliki batasan mengenai hal-hal yang perlu dan tidak boleh mereka lakukan serta memiliki visi, misi dan tujuan yang sama.
Saya kira merebaknya Bimago di seluruh IKPM cabang telah memunculkan kesan yang baik tentang betapa pentingnya Bimago bagi persiapan calon santri dan satriwati. Animo masyarakat terhadap Gontor juga semakin tinggi. Artinya, ini peluang bagi alumni dan IKPM cabang untuk ikut terlibat dalam kegiatan bimbingan masuk Gontor.
Sebenarnya, Bimago merupakan peluang besar bagi alumni untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai kepesantren kepada santri calon pelajar maupun wali. Karenanya, sudah seyogyanya kalau Bimago yang sudah ada ini meminimalisasi gesekan-gesekan negatif penyebab persaingan yang tidak sehat. Karenanya, kami membuat SOP Bimago agar seluruh IKPM cabang dapat mengontrol kegiatan tersebut sesuai dengan prosedur yang sudah ada. Kami berharap SOP Bimago dapat memberikan fungsi kontrol, fungsi sosialisasi serta visitasi kegiatan. Andai pun ada gesekan, saya berharap gesekan tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah.
Apa misi PP IKPM bagi keberadaan Bimago?
Sejatinya, PP IKPM tidak memiliki program Bimago. Tetapi karena Bimago melibatkan alumni Gontor, maka PP IKPM hadir untuk memberikan aturan seputar pelaksanaan Bimago. Bagi Gontor, keterlibatan alumni dalam Bimago sangat penting. Kalau tidak digerakkan, siapa lagi yang akan menggerakkan. Kami berharap Bimago yang sudah ada ini menjadi salah satu media komunikasi antara Gontor, alumni, maupun masyarakat.
Apa saja materi yang diajarkan di Bimago?
SOP Bimago menetapkan standar minimal pengajaran. Minimal, membaca dan menulis huruf Arab, beberapa surat untuk dihafal, ada berhitung, ibadah qauliyah dan ibadah amaliyah. Semua materi-materi tersebut bermanfaat untuk persiapan masuk Gontor. Karena orientasi Bimago bimbingan agar santri calon pelajar masuk Gontor, maka Bimago dapat dijadikan sebagai media dakwah sosial bagi IKPM dan alumni Gontor di daerah.
Bagaimana respons wali santri terhadap keberadaan Bimago?
Wali santri merespons positif akan hadirnya Bimago. Mereka merasa terbantu dengan adanya Bimago. Dulu sebelum masuk KMI, saya mengaji di mushala dan sekolah di madrasah. Sekarang dua kegiatan itu sudah tergerus dengan keberadaan sekolah formal. Namun, masyarakat menganggap bahwa peningkatan dalam hal aspek keagamaan di sekolah formal terasa kurang. Oleh karena itu, kehadiran Bimago diharapkan dapat melengkapi hal-hal yang diperlukan para wali santri bagi anak-anaknya tersebut.
Apakah hasil didikan Bimago sudah sesuai dengan alam pendidikan Gontor?
Sejauh ini alhamdulillah masih sesuai. Artinya, nilai-nilai kepesantrenan dan nilai-nilai Gontor bisa diterapkan kepada anak sejak dini. Sejauh ini tidak menyimpang. Andai wali santri memahami 30 persen sistem pendidikan dan pengajaran di Gontor, itu sudah menjadi sesuatu yang hebat. Artinya, sejak awal, mereka tidak mengetahui bagaimana sekolah di Gontor. Tetapi dengan adanya Bimago, mereka setidaknya memiliki pengetahuan tentang sistem pendidikan dan kehidupan di Gontor.
Umumnya, wali membutuhkan informasi mengenai profil dan disiplin Gontor seperti disiplin berbahasa, disiplin umum serta disiplin para santri selama di asrama. Walhasil, kini Bimago melaksanakan try out maupun program pembelajaran melalui sistem asrama demi sebanyak mungkin memberikan muatan positif bagi santri calon pelajar.
Apa yang diinginkan Gontor dari alumni melalui Bimago?
Alumni ini mempunyai tugas yang harus diemban karena Gontor mempunyai orientasi kemasyarakatan. Alumni Gontor menjadi salah satu misi Gontor untuk berkhidmah kepada masyarakat.
Apakah Gontor akan kembali membuka program calon pelajar?
Saya belum tahu. Mungkin bisa dilihat kebutuhannya di masa-masa yang akan datang.
Bagaimana peran Bimago dalam mengantar calon pelajar ke Gontor selama pandemi?
Alhamdulillah, Gontor terbantu dengan peran Bimago dalam mengantar santri dari daerah dan pondok.
Apa pesan yang ingin Anda sampaikan bagi para pengurus Bimago di Indonesia?
Pertama, pengurus Bimago harus memiliki niat untuk mengajar dengan ikhlas lillahi taβala. Kedua, harus dibarengi jiwa motivasi yang tinggi dalam mengelola Bimago. Karena bagaimanapun juga, etalase Gontor dan sistem pendidikan Gontor ada di Bimago. Dalam hal ini, seharusnya, Bimago juga memperhatikan hal tersebut. Berikan sesuatu yang terbaik bagi calon santri dan calon wali santri dalam hal pendidikan, pengajaran yang selaras dengan nilai pendidikan dan pengajaran di Gontor. []






















