Kota Gaza, Gontornews β Serangan Israel atas Jalur Gaza, Palestina, terus berlanjut. Pada serangan hari keempat, Kamis (13/5), 49 warga Palestina tewas. Ini angka tertinggi dalam satu hari sejak Senin (10/5).
Setidaknya 103 orang telah tewas di Gaza, termasuk 27 anak-anak, selama empat hari terakhir, kata pejabat medis Palestina, dikutip Arabnews.com.
Pejuang Palestina menembakkan lebih banyak roket ke jantung komersial Israel pada hari Kamis ketika Israel terus melakukan serangan di Jalur Gaza dan mengerahkan tank serta pasukan di perbatasan Gaza.
Empat hari pertempuran lintas batas tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, serangan itu akan βmemakan waktu lebih lama.” Para pejabat Israel mengatakan kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza harus mendapat βhukuman yang beratβ sebelum gencatan senjata.
Tujuh orang tewas di Israel: seorang tentara yang berpatroli di perbatasan Gaza, lima warga sipil Israel, termasuk dua anak, dan seorang pekerja India, kata pihak berwenang Israel.
Pejuang Palestina menembakkan roket salvo ke Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya. Namun serangan roket-roket itu banyak digagalkan oleh sistem anti-rudal Iron Dome milik Israel. Masyarakat di dekat perbatasan Gaza dan kota gurun selatan Beersheba juga menjadi sasaran.
Lima orang Israel terluka oleh roket yang menghantam sebuah gedung di dekat Tel Aviv pada hari Kamis.
Di Gaza, pesawat tempur Israel menghantam bangunan tempat tinggal berlantai enam yang dikatakan milik Hamas. Netanyahu mengatakan Israel telah menyerang hampir 1.000 target militan di wilayah itu.
Pesawat Israel juga menyerang markas intelijen Hamas dan empat apartemen milik komandan senior dari kelompok itu, kata militer. Ia menambahkan bahwa rumah-rumah itu digunakan untuk merencanakan dan mengarahkan serangan ke Israel. []





















