Riyadh, Gontornews — Arab Saudi pada hari Senin (28/6) mulai memvaksinasi anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun, setelah persetujuan dari Otoritas Makanan dan Obat-obatan Kerajaan berdasarkan penelitian ilmiah yang diumumkan pada hari Ahad, dilansir Arabnews.com.
Departemen kesehatan di Riyadh dan Hafr Al-Batin mengatakan mereka telah mulai menginokulasi anak-anak usia 12 sampai 18 tahun dengan vaksin Pfizer-BioNTech.
Sementara itu departemen kesehatan di Al-Jawf telah mulai memberikan dosis kedua vaksin kepada individu berusia 50 tahun ke atas, dan terus memberikan dosis pertama kepada mereka yang belum menerimanya.
Kerajaan Saudi mencatat 14 kematian baru terkait COVID-19 pada hari Senin, meningkatkan jumlah total kematian menjadi 7.789.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi 1.318 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan Saudi dalam 24 jam sebelumnya, yang berarti 484.539 orang kini telah tertular penyakit tersebut.
Dari total kasus tersebut, 11.204 masih aktif dan 1.438 dalam kondisi kritis.
Menurut kementerian, jumlah kasus tertinggi tercatat di Mekkah dengan 345, diikuti oleh Provinsi Timur dengan 302, ibu kota Riyadh dengan 247, Asir mencatat 161, dan Jazan mengonfirmasi 93 kasus.
Kementerian Kesehatan juga mengumumkan bahwa 1.290 pasien telah pulih dari COVID-19, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan Saudi menjadi 465.546.
Kementerian meminta masyarakat untuk mendaftar vaksinasi, serta mematuhi langkah-langkah dan instruksi.
Kementerian Urusan Islam membuka kembali sembilan masjid di empat wilayah setelah sementara dievakuasi dan disterilkan setelah sembilan orang dinyatakan positif virus corona, sehingga jumlah total masjid yang ditutup dan dibuka kembali setelah disterilkan menjadi 1.693 dalam 142 hari.
Pandemi virus corona telah mempengaruhi lebih dari 181 juta orang secara global dan jumlah kematian telah mencapai sekitar 3,94 juta.[]





















