Dhaka, Gontornews — Lebih dari 60 tenda darurat pengungsi Rohingya di kamp di distrik Cox’s Bazar, Bangladesh, Selasa (20/7/2021) malam waktu setempat. Dugaan sementara api berasal dari sebuah ledakan gas pada salah satu tenda pengungsi Rohingya.
“Kami mengetahui bahwa api berasal dari tabung gas memasak di tenda Rohingya dan menyebar ke lokasi penampuangan lain yang berdekatan,” ungkap Komisioner refugee relief and repatriation Bangladesh, Shah Rezwan Hayat.
Hayat menjelaskan bahwa lokasi kebakaran terjadi di blok B Kamp 9 kamp pengungsian Balukhali. Ia membenarkan lebih dari 20 tenda Rohingya rusak akibat kebakaran. Satu pengungsi Rohingya kabarnya terluka ringan dan telah mendapatkan perawatan di rmah sakit. Hayat juga memastikan bahwa pihaknya akan segera mengganti tenda-tenda yang rusak terbakar sesegera mungkin.
Sementara itu, surat kabar lokal, Prothom Alo yang dikutip Anadolu Agency, mengatakan bahwa 63 tenda pengungsi Rohingya habis terbakar.
“Setidaknya, 4-5 orang terluka saat berusaha untuk mengendalikan kobaran api,” kata laporan tersebut seraya mengatakan ada beberapa anak yang hilang pasca insiden kebakaran tersebut.
Sebelum insiden ini terjadi, pada 22 Maret 2021, kebakaran besar juga melanda sebuah kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar. Insiden tersebut menyebabkan 15 anggota komunitas tewas dan lebih dari 10.000 tenda terbakar termasuk rumah sakit lapangan Turki yang berada di sekitar lokasi.
Kebakaran serupa juga terjadi pada 2 April yang menewaskan 3 pengungsi Rohingya serta menghanguskan tujuh toko di sebuah pasar di kamp pengungsian. Sementara itu empat tenda madrasah terbakar pada 12 April.
Pada pertengahan Januari, kebakaran mematikan juga pernah terjadi di kamp pengungsi Rohingya. Kali ini, lebih dari 500 tenda pengungsi Rohingya luluh lantah akibat terbakar. Puluhan kebakaran berskala kecil juga kerap terjadi di kamp Rohingya dalam beberapa tahun terakhir. [Mohamad Deny Irawan]


















