Bangkok, Gontornews — Pemerintah Thailand, Senin (16/8/2021), berupaya untuk meminjam 150.000 dosisi vaksin milik kerajaan Bhutan. Upaya ini dilakukan menyusul kurangnya pasokan vaksin Covid-19 yang terbatas di negara tersebut.
Thailand sedang berlomba untuk meningkatkan pasokan stok vaksin seiring melonjaknya infeksi kasus Covid-19.
Permintaan untuk meminjam sementara pasokan vaksin dari Bhutan merupakan cermin bahwa upaya dalam menutup kesenjangan vaksin oleh pemerintah Thailand kacau. Produsen vaksin AstraZeneca mengaku baru dapat memenuhi 5-6 juta dosis vaksin setiap bulan atau setengah dari pasokan vaksin yang pemerintah Thailand harapkan yaitu 10 juta dosis vaksin per bulan.
Thailand berhasil memproduksi vaksin AstraZeneca secara lokal namun baru berhasil menyuntuk sekitar 7,1 persen populasinya. Sementara varian Delta membuat infeksi Covid-19 harian berpeluang melonjak secara berlipat-lipat.
Sementara Bhutan, dengan penduduk kurang dari 1 juta orang, telah berhasil memberikan lebih dari 1 juta dosis atau lebih dari dua pertiga warganya secara lengkap. Sejau ini, Bhutan telah melaporkan kurang dari 3000 kasus kematian akibat Covid-19.
“Aturan pertukaran vaksin antara Bhutan dan Thailand berdasar atas (kesepakatan) bahwa Thailand akan mengirim kembali vaksin ke Bhutan nanti,” ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Natapanu Nopakun.
“Saat ini, kami sedang meninjau kesepakatan dan pamerintah sedang mempertimbangan (kesepakatan tersebut),” sambungnya sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Pada Senin (16/8/2021), Thailand melaporkan penambahan 21.157 kasus Covid-19 sehingga terakumulasi menjadi 928.314 kasus. Mereka juga melaporkan penambahan 182 kematian baru dari 7.734 kasus kematian yang telah terkonfirmasi sebelumnya. [Mohamad Deny Irawan]





















