Petaling Jaya, Gontornews — Asosiasi wali murid Malaysia, Parent Action Group for Education (PAGE), mendesak pemerintah untuk tetap membuka kegiatan sekolah mulai Oktober. Sekalipun angka kematian Covid-19 dari kalangan anak-anak meningkat sepanjang tahun ini.
Ketua PAGE, Noor Azimah Abdul Rahim, mengatakan sudah waktunya bagi orang tua untuk memutuskan apakah anak-anak mereka harus bersekolah atau tidak dan bertanggung jawab atas pendidikan mereka.
Azimah mengatakan pergi atau tidaknya seorang siswa ke sekolah bukanlah pilihan. Orang tua, sambung Azimah, pasti akan menyetujui anaknya untuk pergi ke sekolah demi membantu perkembangan pendidikannya. Ia membuka kemungkinan bagi pemerintah andai hendak memberlakukan pembelajaran campuran, tatap muka dan daring.
“Sementara itu, orang tua harus mendidik anak-anak mereka tentang pentingnya mengikuti standar pembelajaran. Karena jika tidak, ada konsekuensi yang mengerikan. Orang dewasa juga harus menunjukkan contoh yang baik,” kata Azimah kepada Free Malaysia Today (FMT).
Azimah pun meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan anak berusia 16 dan 17 tahun untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Presiden Serikat Guru Sarawak (Sarawak Teacher Union/STU), Adam Prakash Abdullah, juga menyambut baik keputusan Kementerian Pendidikan untuk membuka kembali kegiatan sekolah secara bertahap. STU juga akan memberikan waktu bagi semua guru untuk melakukan vaksinasi serta mempersiapkan ruang kelas menjelang kembalinya siswa ke sekolah.
“STU memahami maraknya penyebaran varian Delta sangat mengkhawatirkan sehingga orang tua enggan mengizinkan anaknya kembali bersekolah,” kata Adam.
“Namun, kami yakin Kementerian Pendidikan akan membuat keputusan yang baik untuk kepentingan masyarakat, terutama guru dan anak-anak,” sambungnya. [Mohamad Deny Irawan]























