Shanghai, Gontornews — Pemerintah Cina, Rabu (8/9/2021), melarang guru privat untuk memberikan kelas online atau melaksanakan pembelajaran di tempat-tempat yang tidak terdaftar. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membasmi semua bimbingan belajar yang berorientasi pada mencari keuntungan semata.
Sebagai informasi, pihak berwenang telah melarang les mata pelajaran pada kurikulum sekolah untuk mengurangi tekanan bagi anak dan orang tua.
Sistem pendidikan tinggi di Cina yang kompetitif telah membuat layanan bimbingan belajar populer di kalangan orang tua. Tapi, pemerintah telah berusaha untuk mengurangi biaya pendidikan seiring dengan upaya mereka untuk mendorong angka kelahiran yang tertinggal.
Media lokal Cina melaporkan, pekan ini, beberapa cara orang tua dan guru les untuk menghindari aturan ini. Beberapa agensi bimbingan bahkan berani mengiklankan guru dengan gaji hingga 30.000 yuan atau 66,2 juta rupiah dalam satu bulan.
βBeberapa tempat, les mata pelajaran telah pindah menjadi underground atau mengenakan pakaian yang berbeda untuk menghindari peraturan,β ungkap keterangan resmi Kementerian Pendidikan Cina sebagaimana dilansir Reuters.
β(Pelanggaran) ini akan berdampak pada implementasi kebijakan,β sambungnya.
Kementerian mengatakan bahwa pusat-pusat pembelajaran yang menawarkan bimbingan belajar untuk mata pelajaran, tempat di luar lokasi yang terdaftar serta mempekerjakan guru yang memiliki kualifikasi.
Otoritas berwenang mengonfirmasi temuan pelanggaran dalam aturan bimbingan belajar. Sejauh ini, pemerintah tidak mengizinkan institusi offline untuk melakukan les secara online setelah jam sekolah. [Mohamad Deny Irawan]






















