Kairo, Gontornews — Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, Rabu (15/9/2021), memperbaharui seruannya untuk menghapus keberadaan pasukan asing dan tentara bayaran dari Libya. El-Sisi juga menekankan perlunya memastikan persatuan setiap lembaga nasional Libya.
Pernyataan El-Sisi ini terlontar saat ia berdiskusi dengan Khailfa Haftar, komandan tentara nasional Libya dan Aguila Saleh Issa, ketua parlemen Libya di Kairo.
“Pertemuan tersebut membahas perkembangan terakhir di arena Libya mengingat hubungan khusus Mesir dengan Libya dan saudara-saudaranya. Kebijakan Mesir yang mapan adalah untuk mempertimbangkan stabilitas Libya di bidang politik dan keamanan sebagai bagian dari stabilitas Mesir,” ungkap Juru bicara kepresidenan Mesir, Bassam Rady, sebagaimana dilansir Arab News.
Rady menambahkan bahwa pertemun tersebut juga membahas prospek kerjasama dan koordinasi antara kedua negara tetangga tersebut.
Meski demikian, Rady menambahkan Presiden Sisi menegaskan bahwa Kairo akan terus melanjutkan upayanya untuk mencegah campur tangan pihak asing di Libya.
“(Mesir akan terus) mencegah campur tangan eksternal yang bertujuan untuk melaksanakan agendanya sendiri dengan mengorbankan rakyat Libya. Pengusiran semua pasukan asing dan tentara bayaran dari Libya,” papar Rady.
Baik Haftar dan Saleh menegaskan posisi mereka yang konsisten dengan cara pandang Mesir dalam mengelola fase transisi di Libya. Terkhusus, keduanya sepakat untuk memastikan terselenggaranya pemilihan presiden dan parlemen sebelum akhir tahun mendatang.
Kedua tokoh Libya tersebut juga sepakat untuk memindahkan pasukan asing dari Libya. Keputusan ini akan membuat otoritas keamanan dalam negeri dapat melakukan tugas dan tanggungjawab mereka untuk memulihkan keamanan dan menciptakan kembali stabilitas berjalan dengan baik. [Mohamad Deny Irawan]





















