Ngawi, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 kedatangan tamu dari pihak Imigrasi. Kunjungan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memeriksa validitas data dan administrasi santriwati luar negeri juga untuk menyambung silaturahim. Pertemuan diadakan di Guest House Badan Wakaf Gontor Putri kampus 1, Kamis pekan lalu (16/9) pukul 09.30 WIB.
Hadir dalam kunjungan perwakilan dari TNI, Polri, Kasbangpol, Kemenag, Camat Mantingan, serta beberapa staf terkait. Mereka disambut oleh Dr. Al-Ustadz Fairuz Subakir Ahmad, M.A. dan Al-Ustadz Zulfahmi Syukri Zarkasyi, M.Pd. selaku kepala pembimbing luar negeri Gontor Putri Kampus 1, serta beberapa ustadzah pembimbing santriwati luar negeri.
“Jumlah santriwati yang berasal dari luar negeri di Gontor Putri Kampus 1 merupakan yang terbanyak diantara semua kampus Gontor Putri, yakni sebanyak 69 santriwati. Mereka berasal dari Malaysia, Swedia, Thailand, Australia, Amerika, Jepang, dan Saudi. Ditambah dengan 5 ustadzah berasal dari Malaysia dan Thailand,” terang Ustadzah Aya selaku Guru Pembimbing di Gontor Putri 1.
Ustadzah Aya menambahkan bahwa santriwati yang kini telah aktif mengikuti kegiatan belajar-mengajar di pondok berjumlah 9 anak sedangkan sisanya tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara daring. Selain itu, mereka juga dikontrol oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), yang berada di luar negeri.
Dalam kunjungan ini, pihak imigrasi mengajak sharing pihak Gontor Putri Kampus 1 mengenai keluhan apa saja yang dirasakan baik dari santriwati maupun ustadzah pembimbing luar negeri saat mengurusi perihal terkait perizinan tinggal santriwati yang berasal dari luar negeri. Selain itu, mereka juga dijelaskan mengenai peraturan baru dalam mengurus perizinan tersebut.






















