New Delhi, Gontornews — Perdana Menteri India, Narendra Modi, Sabtu (27/11/2021), menginstruksikan jajarannya untuk meninjau rencana untuk melonggarkan pembatasan perjalanan karena kekhawatiran masuknya varian Omicron.
Sebelum WHO menetapkan varian asal Afrika Selatan sebagai varian yang membutuhkan perhatian (variant of concern/VOC), India memutuskan untuk melanjutkan penerbangan internasional asal negara-negara yang mereka anggap berisiko Covid-19. Tetapi, merebaknya kekhawatiran varian Omicron membuat pemerintah mulai memperketat pemeriksaan di wilayah perbatasan.
PM Modi pun menginstruksikkan otoritas terkait untuk memperketat pemantauan dari semua kedatangan internasional, tetap melakukan pengujian sesuai pedoman yang berlaku.
Sebelumnya, WHO menetapkan varian Omicron asal Afrika Selatan sebagai varian yang membutuhkan perhatian atau variant of concern (VOC). WHO mengklaim varian ini menular lebih cepat ketimbang varian Covid-19 sebelumya seperti Delta atau Beta.
Pekan ini, India mencatatkan penambahan kasus Covid-19 harian terendah dalam satu setengah tahun terakhir. Pencapaian ini terjadi seiring meningkatkan angka vaksinasi dan terciptanya antibodi pada sebagian besar populasi dari infeksi sebelumnya. Beban kasus harian di India pun telah berkurang hingga 50 persen sejak September. Dalam 24 jam terakhir, otoritas kesehatan India melaporkan 8.318 kasus saja.
Akan tetapi, munculnya varian baru asal Afrika Selatan, Omicron, telah membunyikan alarm global tentang risiko lonjakan kasus harian Covid-19. Modi pun meminta semua pihak untuk lebih berhati-hati dan mengambil tindakan pencegahan dengan tepat seperti tetap menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.
“Kami berbicara tentang perlunya kita bertindak secara proaktif seiring dengan kemunculan varian baru,” kata Modi sebagaimana dilansir Reuters.
“Dia menunjukkan bahwa perawatan intensif dan pengawasan aktif perlu berlanjut pada kelomopk dengan kasus infeksi tertinggi serta memberikan dukungan teknis bagi negara bagian dengan laporan penambahan kasus tertinggi saat ini,” sambung Modi.
Terakhir, Modi meminta pejabat terkait untuk mempercepat pemberian suntikan kedua vaksin Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]



















