Riyadh, Gontornews — Arab Saudi mengonfirmasi satu kematian baru terkait COVID-19 pada hari Ahad (28/11), meningkatkan jumlah total kematian menjadi 8.833.
Arabnews.com melansir, Kementerian Kesehatan Saudi mengonfirmasi 24 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan dalam 24 jam terakhir, yang berarti 549.695 orang kini telah tertular penyakit tersebut. Dari total kasus tersebut, 48 masih dalam kondisi kritis.
Menurut kementerian, jumlah kasus tertinggi tercatat di ibukota, Riyadh, dengan sembilan kasus, diikuti oleh Jeddah dengan lima kasus, serta Madinah, Makkah dan Khobar masing-masing mencatat dua kasus.
Kementerian Kesehatan juga mengumumkan bahwa 32 pasien telah pulih dari COVID-19, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan Saudi menjadi 538.856.
Lebih dari 47,3 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan sejak kampanye imunisasi Kerajaan Saudi dimulai. Lebih dari 22,3 juta orang telah divaksinasi lengkap.
Kementerian Dalam Negeri melaporkan 871 pelanggaran dalam sepekan terakhir, dengan jumlah pelanggaran tertinggi tercatat di Makkah dengan 269, diikuti oleh Riyadh 217, Madinah 181, dan Hail 118. Qassim mencatat jumlah pelanggaran terendah yaitu satu.
Kementerian meminta warga dan penduduk untuk mematuhi protokol pencegahan dan instruksi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Pemerintah kota Saudi telah meningkatkan upaya untuk memantau kepatuhan terhadap langkah-langkah kesehatan dan keselamatan.
Kotamadya Provinsi Timur melakukan 8.543 tur inspeksi terhadap fasilitas komersial selama sepekan terakhir. Pihak berwenang mencatat 563 pelanggaran dan menutup sembilan bisnis karena tidak mematuhi tindakan pencegahan.
Kota Al-Baha melakukan 3.680 tur dalam sepekan terakhir dan tim lapangan mengeluarkan denda kepada 87 gerai komersial dan menutup sembilan lainnya karena melanggar protokol.
Sedangkan Provinsi Perbatasan Utara, yang diwakili oleh Kota Rafha, melakukan 280 tur selama sepekan terakhir dan pihak berwenang mencatat 23 pelanggaran.
Pejabat juga telah meminta masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran kesehatan dengan menelepon ke nomor 940 atau menghubungi pihak berwenang melalui aplikasi Balady.
Pandemi virus corona telah mempengaruhi lebih dari 261 juta orang secara global dan jumlah kematian telah mencapai sekitar 5,21 juta.[]





















