Ngawi, Gontornews — Sesuai dengan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin/at Al-Islamiyah (KMI) Gontor yang senantiasa berupaya untuk melahirkan generasi bermental seorang guru. Tarbiyah Amaliyah Tadris atau ujian praktik mengajar merupakan salah satu syarat yang harus diselesaikan oleh calon Alumni Gontor.
“Seluruh kegiatan pendidikan yang Gontor ciptakan dalam kehidupan para santri di pondok tidak lain adalah demi mewujudkan harapan itu. Ujian tarbiyah amaliyah salah satunya yang diperuntukkan bagi Siswa/i Akhir KMI agar melahirkan Guru yang terbaik,” papar Ustazah Tasyha Ardani selaku Guru pembimbing di Gontor Putri 3.

Ustazah Tasyha menambahkan begitu pentingnya kegiatan ini, sehingga rentetan agenda persiapannya pun juga panjang. Dimulai dari review pelajaran tarbiyah, micro teaching (Arab & Inggris), pengarahan umum oleh Bapak Pimpian (via daring), orientasi materi (dua hari), dan evaluasi umum. Kesemuanya berlangsung selama lima hari, Sabtu – Rabu (25-29/12).
“Sabtu (1/1), gelaran ujian tarbiyah amaliyah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 dimulai dengan ujian perdana oleh tiga orang perwakilan Siswi Akhir KMI. Dilanjutkan dengan dars naqd, yaitu mengkritisi proses pengajaran yang berlangsung hingga Ahad (2/1). Selebihnya, hingga hari Rabu (12/1), tiap Siswi Akhir akan menghadapi ujian ini di kelas dan pada materi yang ditentukan oleh panitia,” terang Ustazah Tasyha.
“Sebanyak 468 Siswi Akhir di Gontor Putri 3 Karang Banyu Ngawi dibagi menjadi 32 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 14 – 15 Siswi, dibimbing oleh 2 – 3 Guru. Secara bergiliran selama 9 hari mereka unjuk kelayakan untuk menjadi guru. Hasil akhirnya dapat ditentukan setelah proses dars naqd. Catatan pada proses ini akan menjadi pertimbangan pada sidang kelulusan nanti,” tutup Ustazah Tasyha.






















Alhamdulillah.
Semoga seluruh santriwati selalu mendapatkan kesehatan dan kelancaran dalam proses ujian di GP3.
Amin.
Amin Allahumma Amin Semoga Allah kabaulkan