pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 9 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Hilangnya Ruh Perjuangan: Lonceng Kematian Bangsa

Oleh: Dr. Adian Husaini; Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
5 years ago
in Kolom
0
DDII: Tujuan Penanggulangan Covid-19 adalah Ketakwaan

Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Adian Husaini (Channel Muslim)

KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, dikenal luas sebagai salah satu tokoh pendidikan terkemuka di Indonesia. Karya nyata pendidikannya telah dirasakan manfaatnya oleh jutaan orang. Banyak pemikiran dan nasehat berharga telah beliau sampaikan kepada para murid dan anak-anaknya.

Tahun 2019, terbit sebuah buku berjudul “Ajaran Kiai Gontor: 72 Wejangan Hidup K.H. Imam Zarkasyi”, ditulis oleh putra bungsunya, Muhammad Ridlo Zarkasyi. Melalui artikel berikut ini, kita merenungkan satu poin penting dari sejumlah nasehat KH Imam Zarkasyi, bahwa: “Hidup itu Perjuangan.”

“Hidup tanpa perjuangan bukan hidup namanya,” begitu petuah penting KH Imam Zarkasyi. Selanjutnya, kita simak untaian nasehat beliau tentang hidup dan perjuangan:





“Innal hayaata aqiidatun wa jihaadun” (Sesungguhnya hidup itu keyakinan dan perjuangan), begitu pesan yang sering kita dengar. Hidup ini tak lain adalah perjuangan dan mempertahankan akidah. Hidup ini perjuangan.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Kita tidak bisa memilih antara berjuangan atau tidak berjuang. Selama kita ingin hidup, perjuangan itu mutlak dilakukan. Tanpa perjuangan kita akan mati dalam kehidupan.

Hanya saja, yang perlu kita bedakan adalah kepentingan siapa yang kita perjuangkan dan bagaimana kita memperjuangkannya. Sebagai orang pesantren, berjuanglah untuk kemaslahatan orang banyak. Jangan hanya berjuangan untuk kepentingan diri sendiri. Bondo, bahu, pikir. (harta, tenaga, pikiran) untuk kemaslahatan umat.



Kemanfaatan kita di dunia ini ditentukan dari cita-cita kita bersama orang banyak. Harga kita ditentukan oleh seberapa luas cita-cita kita, perjuangan kita tersebut.

Nilai kita diukur oleh seberapa banyak kepentingan umat yang kita perjuangkan. Satu orang yang memperjuangkan kepentingan seribu orang, nilainya akan sama dengan seribu orang itu. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

Syarat untuk bisa memperjuangkan kepentingan orang banyak adalah selalu berpikir apa yang bisa saya berikan, bukan apa yang bisa saya ambil. Berjasalah, tapi jangan minta jasa.

Supaya nafas perjuangan kita panjang, yang perlu kita amalkan adalah keikhlasan. Hanya kepada Allah-lah kita menggantungkan harapan dari perjuangan kita.”

***

Pesan KH Imam Zarkasyi – bahwa hidup adalah perjuangan – penting untuk kita renungkan. Ini juga salah satu nasehat Luqman al-Hakim kepada anaknya: “Wahai anakku, dirikanlah shalat, dan tegakkanlah kebaikan serta cegahlah kemunkaran. (QS 31:17).

Sangat berbahaya, jika seorang, umat atau bangsa telah padam api perjuangan dalam dirinya; telah hilang ruh perjuangannya. Itu sama saja dengan tanda atau lonceng kematian bangsa. Jika tanda-tanda semacam ini telah tampak, maka harus dibenahi dengan cara pendidikan yang benar. Pendidikan yang menanamkan ruh perjuangan.

Pada 17 Agustus 1951, tokoh integrasi NKRI, Mohammad Natsir menulis artikel berjudul “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut.”

Melalui artikelnya ini, Natsir mengkhawatirkan kondisi manusia Indonesia yang mulai dijangkiti penyakit bakhil; bakhil keringat, bakhil waktu dan merajalela sifat serakah. Orang bekerja tidak sepenuh hati lagi. Orang sudah keberatan memberikan keringatnya sekalipun untuk tugasnya sendiri.

Kata Mohammad Natsir : “Orang sudah mencari untuk dirinya sendiri, bukan mencari cita-cita yang diluar dirinya. Lampu cita-citanya sudah padam kehabisan minyak, programnya sudah tamat, tak tahu lagi apa yang akan dibuat!”

Untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat memerlukan perjuangan yang berat. Nabi kita, Muhammad saw, memperingatkan, bahwa sorga itu diselimuti hal-hal yang sifatnya tidak disukai manusia. Sebaliknya, neraka diselimuti hal-hal yang menyenangkan syahwat manusia.

Karena itu, sangatlah tidak sehat kondisinya, jika kehidupan lembaga, organisasi, atau kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah didominasi oleh budaya pragmatisme dan materialisme. Rakyat diajarkan untuk menghitung-hitung pengorbanannya dengan imbalan di dunia. Tidak tampak lagi keikhlasan dalam perjuangan.

Lebih memilukan ketika para pendidik didorong untuk meninggalkan prinsip mengajar sebagai sebuah perjuangan. Prinsipnya diganti: mengajar adalah kerja; dan kerja harus ada imbalan materinya. Guru bukan lagi dianggap atau menganggap dirinya sebagai pejuang, sebagai mujahid intelektual; tetapi guru ditempatkan atau menempatkan diri sebagai ”tukang ngajar bayaran!”

Maka, dari hari kehari, semakin tak terdengar lagi untaian kata-kata indah dalam Hymne Guru: ”Engkau bagai pelita dalam kegelapan; engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan; engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa.”

Kini, kehidupan masyarakat kita, seolah-olah dipenuhi dengan nuansa pemujaan materi secara berlebihan. Semua dianggap harus ada imbalannya di dunia ini, berupa materi. Dunia politik pun diwarnai dengan perebutan jabatan secara berlebihan. Konon katanya, begitu selesai pesta pilihan lurah atau kepala desa, sekian banyak anggota Timses sudah mengantri untuk mendapat jabatan di berbagai struktur kelurahan atau badan usaha milik desa.

***

Perjuangan memerlukan nafas panjang. Selain keikhlasan, sebagai syarat agar panjang nafas perjuangan kita, KH Imam Zarkasyi juga memberikan resep lain, yakni: “Jangan berkecil hati menghadapi masa depan!”

Kata beliau, “Dalam hidup ini akan selalu ada masalah, ujian dan cobaan. Jangan menghindari masalah jika harus terjadi. Jangan meninggalkan masalah jika harus dihadapi. Selesaikanlah masalah, ujian, dan cobaan itu dengan tenang. Nah, berbesar hati ketika menghadapi masalah dan cobaan hidup, itulah kunci kesuksesan masa depan. Ingatlah bahwa masa depanmu masih cerah. Datangnya masalah justru sebetulnya untuk mendidik kita, melatih kesabaran kita, menuntut kesungguhan kita, dan untuk memperkuat karakter kita. Orang bijak mengatakan, “Orang lemah dihancurkan oleh masalah, tetapi orang yang kuat dicerahkan oleh masalah.”

Demikianlah, banyaknya masalah yang melanda diri, keluarga, organisasi, masyarakat, dan bangsa kita, tidak boleh membuat kita berputus asa. Jiwa perjuangan harus terus kita hidupkan untuk mencapai sukses dunia akhirat. Semoga Allah SWT menolong kita semua. Amin

Tags: Adian HusainiDewan Dakwah Islam IndonesiaKH Imam ZarkasyiPondok Modern Darussalam Gontor
Share17Tweet11Send
Previous Post

Turki Laporkan 73.787 Kasus Baru Virus Corona dan 276 Kematian

Next Post

Perjalanan Tarbiyah Amaliyah Angkatan Extraordinary GP 3 2022

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result