pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 6 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Hilangnya Ruh Perjuangan: Lonceng Kematian Bangsa

Oleh: Dr. Adian Husaini; Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
14 February 2022
in Kolom
0
DDII: Tujuan Penanggulangan Covid-19 adalah Ketakwaan

Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Adian Husaini (Channel Muslim)

KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, dikenal luas sebagai salah satu tokoh pendidikan terkemuka di Indonesia. Karya nyata pendidikannya telah dirasakan manfaatnya oleh jutaan orang. Banyak pemikiran dan nasehat berharga telah beliau sampaikan kepada para murid dan anak-anaknya.

Tahun 2019, terbit sebuah buku berjudul “Ajaran Kiai Gontor: 72 Wejangan Hidup K.H. Imam Zarkasyi”, ditulis oleh putra bungsunya, Muhammad Ridlo Zarkasyi. Melalui artikel berikut ini, kita merenungkan satu poin penting dari sejumlah nasehat KH Imam Zarkasyi, bahwa: “Hidup itu Perjuangan.”

“Hidup tanpa perjuangan bukan hidup namanya,” begitu petuah penting KH Imam Zarkasyi. Selanjutnya, kita simak untaian nasehat beliau tentang hidup dan perjuangan:

“Innal hayaata aqiidatun wa jihaadun” (Sesungguhnya hidup itu keyakinan dan perjuangan), begitu pesan yang sering kita dengar. Hidup ini tak lain adalah perjuangan dan mempertahankan akidah. Hidup ini perjuangan.

BACA JUGA

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

Kita tidak bisa memilih antara berjuangan atau tidak berjuang. Selama kita ingin hidup, perjuangan itu mutlak dilakukan. Tanpa perjuangan kita akan mati dalam kehidupan.

Hanya saja, yang perlu kita bedakan adalah kepentingan siapa yang kita perjuangkan dan bagaimana kita memperjuangkannya. Sebagai orang pesantren, berjuanglah untuk kemaslahatan orang banyak. Jangan hanya berjuangan untuk kepentingan diri sendiri. Bondo, bahu, pikir. (harta, tenaga, pikiran) untuk kemaslahatan umat.

Kemanfaatan kita di dunia ini ditentukan dari cita-cita kita bersama orang banyak. Harga kita ditentukan oleh seberapa luas cita-cita kita, perjuangan kita tersebut.

Nilai kita diukur oleh seberapa banyak kepentingan umat yang kita perjuangkan. Satu orang yang memperjuangkan kepentingan seribu orang, nilainya akan sama dengan seribu orang itu. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak.

Syarat untuk bisa memperjuangkan kepentingan orang banyak adalah selalu berpikir apa yang bisa saya berikan, bukan apa yang bisa saya ambil. Berjasalah, tapi jangan minta jasa.

Supaya nafas perjuangan kita panjang, yang perlu kita amalkan adalah keikhlasan. Hanya kepada Allah-lah kita menggantungkan harapan dari perjuangan kita.”

***

Pesan KH Imam Zarkasyi – bahwa hidup adalah perjuangan – penting untuk kita renungkan. Ini juga salah satu nasehat Luqman al-Hakim kepada anaknya: “Wahai anakku, dirikanlah shalat, dan tegakkanlah kebaikan serta cegahlah kemunkaran. (QS 31:17).

Sangat berbahaya, jika seorang, umat atau bangsa telah padam api perjuangan dalam dirinya; telah hilang ruh perjuangannya. Itu sama saja dengan tanda atau lonceng kematian bangsa. Jika tanda-tanda semacam ini telah tampak, maka harus dibenahi dengan cara pendidikan yang benar. Pendidikan yang menanamkan ruh perjuangan.

Pada 17 Agustus 1951, tokoh integrasi NKRI, Mohammad Natsir menulis artikel berjudul “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut.”

Melalui artikelnya ini, Natsir mengkhawatirkan kondisi manusia Indonesia yang mulai dijangkiti penyakit bakhil; bakhil keringat, bakhil waktu dan merajalela sifat serakah. Orang bekerja tidak sepenuh hati lagi. Orang sudah keberatan memberikan keringatnya sekalipun untuk tugasnya sendiri.

Kata Mohammad Natsir : “Orang sudah mencari untuk dirinya sendiri, bukan mencari cita-cita yang diluar dirinya. Lampu cita-citanya sudah padam kehabisan minyak, programnya sudah tamat, tak tahu lagi apa yang akan dibuat!”

Untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat memerlukan perjuangan yang berat. Nabi kita, Muhammad saw, memperingatkan, bahwa sorga itu diselimuti hal-hal yang sifatnya tidak disukai manusia. Sebaliknya, neraka diselimuti hal-hal yang menyenangkan syahwat manusia.

Karena itu, sangatlah tidak sehat kondisinya, jika kehidupan lembaga, organisasi, atau kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah didominasi oleh budaya pragmatisme dan materialisme. Rakyat diajarkan untuk menghitung-hitung pengorbanannya dengan imbalan di dunia. Tidak tampak lagi keikhlasan dalam perjuangan.

Lebih memilukan ketika para pendidik didorong untuk meninggalkan prinsip mengajar sebagai sebuah perjuangan. Prinsipnya diganti: mengajar adalah kerja; dan kerja harus ada imbalan materinya. Guru bukan lagi dianggap atau menganggap dirinya sebagai pejuang, sebagai mujahid intelektual; tetapi guru ditempatkan atau menempatkan diri sebagai ”tukang ngajar bayaran!”

Maka, dari hari kehari, semakin tak terdengar lagi untaian kata-kata indah dalam Hymne Guru: ”Engkau bagai pelita dalam kegelapan; engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan; engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa.”

Kini, kehidupan masyarakat kita, seolah-olah dipenuhi dengan nuansa pemujaan materi secara berlebihan. Semua dianggap harus ada imbalannya di dunia ini, berupa materi. Dunia politik pun diwarnai dengan perebutan jabatan secara berlebihan. Konon katanya, begitu selesai pesta pilihan lurah atau kepala desa, sekian banyak anggota Timses sudah mengantri untuk mendapat jabatan di berbagai struktur kelurahan atau badan usaha milik desa.

***

Perjuangan memerlukan nafas panjang. Selain keikhlasan, sebagai syarat agar panjang nafas perjuangan kita, KH Imam Zarkasyi juga memberikan resep lain, yakni: “Jangan berkecil hati menghadapi masa depan!”

Kata beliau, “Dalam hidup ini akan selalu ada masalah, ujian dan cobaan. Jangan menghindari masalah jika harus terjadi. Jangan meninggalkan masalah jika harus dihadapi. Selesaikanlah masalah, ujian, dan cobaan itu dengan tenang. Nah, berbesar hati ketika menghadapi masalah dan cobaan hidup, itulah kunci kesuksesan masa depan. Ingatlah bahwa masa depanmu masih cerah. Datangnya masalah justru sebetulnya untuk mendidik kita, melatih kesabaran kita, menuntut kesungguhan kita, dan untuk memperkuat karakter kita. Orang bijak mengatakan, “Orang lemah dihancurkan oleh masalah, tetapi orang yang kuat dicerahkan oleh masalah.”

Demikianlah, banyaknya masalah yang melanda diri, keluarga, organisasi, masyarakat, dan bangsa kita, tidak boleh membuat kita berputus asa. Jiwa perjuangan harus terus kita hidupkan untuk mencapai sukses dunia akhirat. Semoga Allah SWT menolong kita semua. Amin

Tags: Adian HusainiDewan Dakwah Islam IndonesiaKH Imam ZarkasyiPondok Modern Darussalam Gontor
Share16Tweet10Send
Previous Post

Turki Laporkan 73.787 Kasus Baru Virus Corona dan 276 Kematian

Next Post

Perjalanan Tarbiyah Amaliyah Angkatan Extraordinary GP 3 2022

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

0
PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

0
GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

6 September 2026
PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result