Depok, Gontornews — Masjid Al-Amanah Kementerian Keuangan pada Rabu, 6 Sya’ban 1443 H, menggelar sebuah Kajian Dzuhur Islamic Parenting bersama Ustadz Bendri Jaisyurrahman.
Menerangkan tentang pentingnya sepasang suami istri untuk menentukan dan menyatukan visi misinya dalam mengarungi bahtera keluarga. “Tidak mungkin kita bisa harmonis dengan pasangan kalau visi dan misinya tidak sama,” tekan snag ustadz kepada jamaah masjid.
Kepada Gontornews.com, Ustadz Bendri juga menjelaskan bahwa tugas kepala keluarga (suami) seperti kepala sekolah. JIka seorang ibu ibarat sekolah untuk anak-anaknya, maka seorang ayah ibarat kepala sekolahnya.
Fakta sekarang ini banyak sekolah tanpa kepala sekolah. Sehingga anak-anak kehilangan peran sang ayah dan keluarga tersebut menjalani kehidupannya tanpa visi misi yang disepakati. Sedangkan visi misi terbaik sebuah keluarga adalah yang berorientasikan tentang akhirat.
“Sebagian kita lupa membuat visi misi ini,” tambah praktisi parenting Islami tersebut. Dalam al-Quran telah diceritakan kisah Qarun yang tertipu dengan kekayaan dunia, sehingga pada ayat selanjutnya dijelaskan, carilah akhirat.
Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa fokusnya dalam berumah tangga adalah agar mencari akhirat namun jangan lupakan dunia. Sekarang sering kita mendengar nasehat orangtua ke anaknya yang justru terbalik, carilah dunia jangan lupakan akhirat.
“Jika begini salah, karena fokus kita jadinya ke dunia, akhirat sekedar nyambi,” ungkap penulis buku, Fatherman itu. Sehingga, lanjut Ustadz Bendri, terjadilah anak kita yang penting shalat, tapi tidak memerhatikan kualitas shalatnya, seperti terburu-buru dan tidak khusyuk.
Di antara hal yang menyebabkan anak masih harus diingatkan shalat, yakni berarti visi misi kita sebagai pasutri tidak sampai untuk akhirat. Alhasil, hal itu akan berpengaruh kepada perilaku anak ketika dewasa nanti yang minim akan pengetahuan agama. [Edithya Miranti]





















