Mariupol, Gontornews — Gedung Teater di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, dikabarkan dibom oleh Rusia. Padahal pada saat itu gedung tersebut menampung ratusan warga yang sedang berlindung dari perang.
Video dari siaran stasiun televisi lokal baru-baru ini di Mariupol, sebagaimana dirilis dw.com, menunjukkan banyak orang telah mencari perlindungan di gedung teater itu.
Dewan kota Mariupol mengklaim dalam sebuah pernyataan, “Masih tidak mungkin untuk memperkirakan skala tindakan mengerikan dan tidak manusiawi ini.”
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menulis di Twitter, “Rusia tidak mungkin tidak mengetahui bahwa ini tempat perlindungan sipil.”
Parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, mentweet, “Sekarang ada pertempuran sengit. Tidak ada yang bisa mencapai blokade, kami tidak tahu apakah ada yang selamat.”
Kementerian Pertahanan Rusia membantah telah melakukan serangan terhadap teater tersebut, lapor Ria yang dikelola pemerintah Rusia. Kementerian pertahanan juga mengklaim batalion sayap kanan Azov bertanggung jawab atas pemboman teater tersebut.[]





















