Bekasi, Gontornews — Memasuki awal bulan Dzulhijjah, tentunya menjadi salah satu ajang bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk saling berlomba-lomba dalam beramal shalih. Hal itu dikarenakan banyaknya keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Ustadz Adi Hidayat, muballigh Tanah Air dalam sebuah majelis ilmu Al-Quran Sunnah Solution (AQSO) pada Kamis malam (30/6/2022) menerangkan tentang keutamaan awal bulan Dzulhijjah dan sukses menarik perhatian sekitar delapan ribu jamaah dari seluruh penjuru.
Disebutkannya bahwa keutamaan amal shalih di awal Dzulhijjah ialah menaikan status amalan menjadi dicintai Allah Ta’ala. Puncak kasih Allah kepada hamba-Nya adalah mencintainya dan mengampuni dosa-dosanya. Hal ini sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat tiga puluh satu.
Siapa pun yang konsisten menaati Allah dan Rasul sampai ia wafat, maka mereka akan disatukan tinggal di satu tempat dengan rahmat Allah di surga nanti bersama dengan para nabi. Namun, lagi-lagi, da’I sekaligus hafidz al-Qur’an tersebut menekankan, “Mencintai itu penting, tapi ikhtiar itu lebih utama.” Artinya mencintai Allah itu penting, namun berusaha untuk mendapatkan cinta-Nya itu jauh lebih utama.
Kepada Gontornews.com, ustadz yang biasa dikenal dengan sebutan UAH itu pun menerangkan amalan shalih khusus di bulan Dzulhijjah, pertama yaitu meningkatkan dzikir, khususnya tiga lafadz dzikir seperti takbir (Allahu Akbar), tahlil (La ilaaha illa Allah), dan tahmid (Alhamdulillah).
Kedua, meningkatkan amalan fardhu melalui peningkatan amalan sunnah. Setelah shalat fardhu tingkatkan dzikir takbir, tahlil, dan tahmidnya, lalu tingkatkan amalan shalat sunnahnya. “Dawamkan (istiqomahkan)! Mahal, karena shalat yang kita tunaikan saat ini dicintai Allah SWT,” pesan ustadz berkacamata tersebut.
Kemudian amalan shalih lainnya ialah infaq, sedekah, berinteraksi dengan al-Qur’an, dan berpuasa. “Usahakan untuk mengkhatamkan al-Qur’an di sepuluh hari pertama Dzulhijjah,” pungkas Ustadz Adi. [Edithya Miranti]





















