Jakarta, Gontornews — Komunitas Muda Berdakwah merupakan salah satu komunitas remaja Islami yang terbentuk di sekitaran Ibu Kota Jakarta dan telah memiliki banyak partisipan dari berbagai negara. Komunitas muda ini juga siap mengedukasi Muslimah yang ingin mengenal perjalanan hidup shahabiyah terdahulu.
Kepada Gontornews.com, Sarah selaku ketua menjelaskan, “Tidak hanya mengadakan kajian semata, tapi Muda Berdakwah juga peduli untuk membantu perekonomian umat dan dhuafa, serta di Bulan Ramadhan turut menggelar kegiatan bakti sosial dan i’tikaf bersama.”
Sepekan lalu, tepatnya pada Rabu (13/7/2022) komunitas ini juga sukses menggelar kajian online perdana, setelah sebelumnya digelar secara offline. Mengangkat tema, Shohabiyah Sebagai Role Model’s Muslimah, acara tersebut pun diikuti oleh puluhan muslimah muda yang antusias mendengar kisah kehebatan tokoh Muslimah teladan di masa Rasulullah SAW.
Hadir sebagai narasumber yakni Ustadzah Zaili Fitria yang merupakan pengajar sirah dan aktifis di Sirah Comunity Indonesia. Dalam pemaparannya, pembicara secara gamblang menceritakan tentang sosok Asma Binti Yazid yang merupakan orator wanita pertama yang dipuji langsung oleh Rasulullah SAW.
Kecerdasan, keberanian, serta keimanan Asma yang tinggi, membuat Asma binti Yazid semakin dihormati oleh sesamanya dan disebut-sebut sebagai orator wanita pertama. Hal itu bermula ketika Asma mewakili shahabiyah di zamannya untuk menanyakan terkait pahala seorang istri di mata Islam kepada Rasulullah SAW.
Keberhasilan Asma dalam menyusun kata-kata dan menyampaikan isi hati dari kaum perempuan di masanya pun, menjadi nilai plus Asma di mata Rasulullah SAW dan shahabah/shahabiyah. Di sini juga jelas terlihat bahwa para shohabiyah yang telah dijamin masuk surga, mereka ternyata juga pandai berpendapat dan terus rajin belajar mempelajari ilmu-ilmu Allah. Meski pun sejatinya mereka juga mempunyai kesibukan yang luar biasa dalam mengurus keluarga di rumah.
Semua mereka lakukan demi mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT dan menjadi ibu yang terbaik bagi generasi Muslim selanjutnya. Semoga kita semua bisa mengikuti jejak mulia mereka dan tidak mudah terlena dengan gemerlap dunia yang belum menjamin kita untuk masuk ke surga Allah SWT. <Edithya Miranti>




















