Ponorogo, Gontornews — Sekitar 300-an alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tahun 2007 menyelenggarakan Reuni Alumni Lima Tahun (Realita) ke-3 di Wisma Darussalam PMDG pada Jumat-Ahad, 28-30 Oktober 2022. Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, guru senior dan guru pembimbing alumni 2007 berkenan hadir untuk memberikan tausiyah, pesan dan nasihat dalam acara tersebut.
Ketua alumni PMDG tahun 2007, Ahmad Mansyur, menjelaskan bahwa tujuan dari reuni ini untuk silaturahim dan permohonan doa restu dari para masyayikh dan Pimpinan Pondok kepada alumni Gontor tahun 2007 yang tersebar di seluruh Indonesia. Santri asal Malang tersebut juga menyampaikan bahwa pertemuan ini laksana kembali ke rumah dan bertemu dengan para orang tua, guru yang telah mendidik para santri selama belajar di PMDG.
βSaat ini kami masih belajar, ma zilna toliban. Kami datang kembali kepada keluarga kami, rumah kami dan ibu kami,β ungkap Mansyur dalam sambutan pembukaan Realita ketiga di Wisma Darussalam, Sabtu 29 Oktober 2022.
βIzinkan kami untuk berterima kasih di momen yang emosional ini, kepada guru-guru kami, yang saat ini masih tersenyum tegar, bersemangat dan penuh harapan bagi para santri. Semoga beliau-beliau tetap menganggap kami sebagai santri-santrinya,β sambungnya kepada Gontornews.
Dalam nasihatnya, Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan bahwa berdirinya PMDG tidak lain agar para santri dan generasi penerus bangsa untuk menciptakan sejarah.
βPertama, kamu pernah mendengar (slogan) jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Bahasa singkatnya, jas merah. Ada lagi dalam suatu makalah, bergurulah pada sejarah, pernah mendengar ya? Kita harus pandai berguru pada sejarah. Yang betul yang mana? Kedua-duanya itu tidak atau bukan target kita,β ungkap Kiai Hasan di hadapan hampir 300-an alumni PMDG tahun 2007.
βKita bukan kaum atau golongan atau derajat yang pandai untuk tidak melupakan sejarah. Bukan tipe atau derajat orang yang hanya berguru pada sejarah tetapi renungkanlah kata-kata ini: Kita harus pandai menyikapi sejarah karena kita akan membuat sejarah,β ujar Kiai Hasan.
Kiai Hasan mendorong para alumni yang hadir, secara khusus, dan alumni keseluruhan, secara umum, untuk terus membuat, membangun dan menciptakan sejarah serta bukan sekedar menjalani rutinitas kehidupan semata.
βKalau targetmu hanya lulus ujian S1, S2, S3 sampai Profesor, punya pekerjaan, punya istri, punya anak, syukur bisa haji, (Kiai Ahmad) Sahal, (KH Zaenuddin) Fananie, (KH Imam) Zarkasyi tidak usah mendirikan pondok,β tegasnya.
βKalau targetmu hanya itu, Karyo Toklek bisa. Tetapi (Kiai Ahmad) Sahal, (KH Zaenuddin) Fananie, (KH Imam) Zarkasyi bukan hanya itu. Membuat sejarah, membangun sejarah dan menciptakan sejarah itulah Gontor. liyundziru qoumahum,β tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















