pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 19 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Cobaan Menjadi Penghafal Al-Qur’an

Oleh Fathurroji NK

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 December 2022
in Laput
0
Foto: bincang syariah

Ada tiga kesalahan besar bagi para penghafal Al-Qur’an. Selain kurang memahami keutamaan Al-Qur’an, beberapa kesalahan penghafal Al-Qur’an lainnya yakni dimulai dari perkara hati.

Meski hidup mengalami perubahan, substansi Al-Qur’an tetap seperti dulu. Kemurniannya dijaga oleh Allah (Al-Hijr: 9). Sejarah pembukuan Al-Qur’an dibagi ke dalam tiga fase, yaitu masa Rasulullah, khalifah Abu Bakar, dan masa Utsman bin Affan. Ketiga masa memiliki perkembangan masing-masing agar Al-Qur’an semakin mudah dibaca dan dihayati umat Islam.

Dengan keterbatasannya karena tidak dapat membaca dan menulis, setiap Rasulullah SAW mendapatkan wahyu, beliau langsung menyampaikannya kepada para sahabat. Adapun Sahabat yang ditunjuk untuk menuliskan Al-Qur’an yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan, dan Ubay bin Kaab.

Saat itu, belum terkumpul menjadi satu mushaf, karena tidak ada faktor pendorong dalam membukukan Al-Qur’an, mengingat Rasulullah SAW masih hidup dan para sahabat juga menghafal. Alasan lain, karena Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur atau bertahap.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pada masa ini banyak sahabat penghafal Al-Qur’an syahid karena ikut berperang. Maka, Utsman bin Affan mulai risau dan memikirkan masa depan Al-Qur’an. Kemudian berdialog dengan Khalifah Abu Bakar untuk pengumpulan kembali Al-Qur’an. Akhirnya, beliau meminta Zaid ibn Tsabit untuk mengumpulkan kembali dan menuliskan Al-Qur’an agar menjadi lembaran yang dapat disatukan.

Pada masa Khalifah Utsman proses memperbanyak mushaf terus digalakkan. Ia menunjuk Zaid sebagai ketuanya dengan anggota-anggotanya Abdullah bin Zubair, Said ibnu Ash, dan Abdurahman bin Harits. Sejak itu mushaf Al Qur’an tersebut dinamai mushaf al Imam atau lebih dikenal dengan mushaf Utsmani, karena disalin pada masa khalifah Utsman bin Affan. Lalu lahirlah para penghafal Al-Qur’an untuk menjaga kemurnian kalam Ilahi ini.



Ustadz Adi Hidayat menyampaikan beberapa keutamaan menjadi penghafal Al-Qur’an. Di antaranya secara singkat yaitu mereka akan memberikan keberkahan bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Allah SWT juga akan mengangkat kehormatan orangtua dari anak-anaknya yang menghafal Al-Qur’an. Allah juga akan menjaga jasad para penghafal Al-Qur’an tetap utuh dalam kubur hingga hari kiamat tiba.

Ustadz Adi juga menjelaskan Allah SWT membuka seluruh pintu surga bagi para penghafal Al-Qur’an. Kemudian memanggil seluruh anggota keluarga mereka untuk berbondong-bondong masuk ke dalamnya.

Namun tak semua penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan tersebut.  Menurut Ustadz Adi, para penghafal Al-Qur’an terbagi menjadi tiga jenis, pertama penghafal Al-Qur’an yang zalim dalam perilakunya. Ia mampu menghafal Al-Qur’an bahkan membacanya dengan benar sesuai dengan kaidah, tetapi perilakunya menyimpang dari Al-Qur’an.

“Penghafal Al-Qur’an yang zalim ini menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Seperti ada orang yang hafal qul huwallahu ahad, dia hafal suratnya sempurna membacanya cuma sayang tidak digunakan dalam hidupnya, lisannya bisa mengucapkan semua agama itu sama,” tuturnya.

Kedua, penghafal yang belum bisa mengamalkan Al-Qur’an yang dihafalnya untuk kemaslahatan umat. Dia sebatas menghafal dan mengambil manfaatnya bagi diri sendiri.

Sementara jenis penghafal Al-Qur’an yang ketiga, yakni orang yang mampu menghafal Al-Qur’an dan menyegerakan untuk melaksanakan setiap ayat yang dihafalnya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah jenis penghafal Al-Qur’an yang sejatinya akan mendapatkan kemuliaan tadi.

“Walaupun dia belum hafal 30 juz, tapi dengan cepat dia melaksanakan setiap yang telah dihafalnya dalam kehidupan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, KH Muhammad Cholil Nafis, Ph.D mengatakan, penghafal Al-Qur’an akan memiliki banyak godaan yang akan dihadapi di masa yang akan datang.

“Kelak mereka bisa menjadi ulama, cendekiawan, dokter, arsitek dan lain-lain. Di era sekarang ini banyak godaan bagi pembawa misi Al-Qur’an dan pejuang agama Islam,” ujarnya.

Kiai Cholil menyebut, godaan pertama menghadapi arus pemikiran. Karena, pemikiran yang menghantui ajaran Islam saat ini terdapat ekstrimisme, baik yang pemikiran terlalu ke kanan ataupun terlalu ke kiri. “Karena tidak memahami Islam dengan benar sehingga tak bisa menjadi umat yang wasathi maka muncullah Muslim liberal dan Muslim radikal,” ucapnya.

Pemikir liberal yang terlalu ke kiri seringkali merasa pintar, sehingga salah dalam memahami ayat Al-Qur’an. Sementara, pemikir radikal yang ke kanan-kananan memiliki pemahaman literalis dan tekstualis, sehingga tak jarang mengafirkan yang lain. “Itulah yang menjadi tantangan pertama bagi penghafal Al-Qur’an,”  ujarnya.

Tantangan kedua, yaitu terkait dengan persoalan ekonomi. “Ekonomi yang melilit dalam kehidupan seseorang kadang menjadi lupa dengan Al-Qur’an yang telah dihafalnya. Harapannya bagi para penghafal Al-Qur’an agar dapat memilih profesi yang seiring dengan kewajiban menjaga Al-Qur’an di qalbunya,” katanya.

Tantangan ketiga yaitu tantangan politik. Menurut dia, politik juga menjadi tantangan bahkan hambatan bagi pejuang Islam dan penghafal Al-Qur’an. Karena, kesibukan berorganisasi dan berpolitik kerap melalaikan tujuan awal perjuangan.

Awalnya hanya untuk mengimbangi dinamika sosial, tapi selanjutnya kadang terhanyut iming-iming politik yang bertolak belakang dengan misi perjuangan yang ada di Al-Qur’an. “Tak terkecuali penghafal Al-Qur’an menjadi lupa untuk menjaganya bahkan kadang lengah untuk mengamalkannya,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini.

Ustadzah Nabilah Abdul Rahim Bayan, MA, Juri Hafidz Indonesia, menjelaskan ada tiga kesalahan besar bagi para penghafal Al-Qur’an. Selain kurang memahami keutamaan Al-Qur’an, beberapa kesalahan penghafal Al-Qur’an lainnya yakni dimulai dari perkara hati.

“Maka, pastikan niatnya mempelajari Al-Qur’an semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT,” tekan ustadzah kelahiran Mekkah tersebut.

Ketika Allah sudah mengizinkan kita untuk membuka Al-Qur’an, membacanya, bahkan menghafalkannya, itu rezeki yang besar bukti kasih sayang Allah untuk kita. Untuk menjadi temannya Al-Qur’an, itu bukan hal yang mudah. “Karena setan pasti akan menggoda kita,” tambah Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Syam itu.

Kesalahan kedua yaitu menghafal Al-Qur’an hanya untuk dipuji bukan untuk mencari ridha Allah. “Perkara niat ini kita jangan menyepelekannya dan harus selalu diingatkan kembali, alasan terbesar kenapa kita harus menghafal Al-Qur’an,” tegasnya.

Kesalahan berikutnya harus diperhatikan ialah dosa. Pengaruh dosa kepada para penghafal ini luar biasa. Bagi ahlul Qur’an sangat penting untuk menjaga perilakunya, adabnya, bahkan salah satu contoh yakni tertawa terbahak-bahak saja tidak dibolehkan, tidak seperti orang lain.

Masalah niat juga menjadi perhatian hafidz Al-Qur’an, Muzammil Hasballah, sebab untuk menghafal Al-Qur’an yang dibutuhkan pertama kali niat yang lurus. “Yang harus ada itu niat yang lurus lillahi ta’ala dan ikhlas, selebihnya soal teknis,” ujarnya dalam sebuah acara belum lama ini.

Dia mengatakan harus ada kemauan dalam diri seseorang ketika ingin menghafal Al-Qur’an. Jangan melakukannya hanya untuk mengikuti tren. Menurut dia, tidak sedikit hafidz yang menyangka dirinya akan menjadi penghafal Al-Qur’an.

Menurut Muzammil, niat menghafal Al-Qur’an hendaknya ditujukan untuk menjaga Kalamullah yang mulia. Allah SWT dapat menjaga Al-Qur’an dengan atau tanpa manusia. Muzammil mengatakan hal tersebut sesuai dengan Surah al-Hijr ayat 9 yang memiliki arti, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”[]

Tags: Hafidz Qur'an
Share392Tweet245Send
Previous Post

HNW: Teror Imam Masjid dan Bom Bunuh Diri Perlu Diusut Tuntas

Next Post

Parlemen Peru Gulingkan Kursi Presiden Pedro Castillo

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

18 October 2026
Kisah Hijrah Dennis Lim, Tinggalkan Dunia Judi dan Menjadi Pendakwah

Kisah Hijrah Dennis Lim, Tinggalkan Dunia Judi dan Menjadi Pendakwah

0
Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

0
Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

0
Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

0
Ribuan Santri Sidogiri Laksanakan Shalat Istisqa

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

0
Ribuan Santri Sidogiri Laksanakan Shalat Istisqa

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

19 October 2026
Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

Cara Darul Falah Sukorejo Hadapi Kecerdasan Buatan

18 October 2026
Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

Tantangan Orang Tua Mendidik Anak di Era Digital

18 October 2026
Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

Darul Falah Sukorejo di Panggung TVRI: Adab dan Kreativitas

18 October 2026
masjid si pitung

Masjid Al Alam Marunda, Saksi Sejarah Islam di Pesisir Jakarta Utara

18 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result