10
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 26 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Cobaan Menjadi Penghafal Al-Qur’an

Oleh Fathurroji NK

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 December 2022
in Laput
0
Foto: bincang syariah

Ada tiga kesalahan besar bagi para penghafal Al-Qur’an. Selain kurang memahami keutamaan Al-Qur’an, beberapa kesalahan penghafal Al-Qur’an lainnya yakni dimulai dari perkara hati.

Meski hidup mengalami perubahan, substansi Al-Qur’an tetap seperti dulu. Kemurniannya dijaga oleh Allah (Al-Hijr: 9). Sejarah pembukuan Al-Qur’an dibagi ke dalam tiga fase, yaitu masa Rasulullah, khalifah Abu Bakar, dan masa Utsman bin Affan. Ketiga masa memiliki perkembangan masing-masing agar Al-Qur’an semakin mudah dibaca dan dihayati umat Islam.

Dengan keterbatasannya karena tidak dapat membaca dan menulis, setiap Rasulullah SAW mendapatkan wahyu, beliau langsung menyampaikannya kepada para sahabat. Adapun Sahabat yang ditunjuk untuk menuliskan Al-Qur’an yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan, dan Ubay bin Kaab.

Saat itu, belum terkumpul menjadi satu mushaf, karena tidak ada faktor pendorong dalam membukukan Al-Qur’an, mengingat Rasulullah SAW masih hidup dan para sahabat juga menghafal. Alasan lain, karena Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur atau bertahap.

BACA JUGA

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pada masa ini banyak sahabat penghafal Al-Qur’an syahid karena ikut berperang. Maka, Utsman bin Affan mulai risau dan memikirkan masa depan Al-Qur’an. Kemudian berdialog dengan Khalifah Abu Bakar untuk pengumpulan kembali Al-Qur’an. Akhirnya, beliau meminta Zaid ibn Tsabit untuk mengumpulkan kembali dan menuliskan Al-Qur’an agar menjadi lembaran yang dapat disatukan.

Pada masa Khalifah Utsman proses memperbanyak mushaf terus digalakkan. Ia menunjuk Zaid sebagai ketuanya dengan anggota-anggotanya Abdullah bin Zubair, Said ibnu Ash, dan Abdurahman bin Harits. Sejak itu mushaf Al Qur’an tersebut dinamai mushaf al Imam atau lebih dikenal dengan mushaf Utsmani, karena disalin pada masa khalifah Utsman bin Affan. Lalu lahirlah para penghafal Al-Qur’an untuk menjaga kemurnian kalam Ilahi ini.

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan beberapa keutamaan menjadi penghafal Al-Qur’an. Di antaranya secara singkat yaitu mereka akan memberikan keberkahan bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Allah SWT juga akan mengangkat kehormatan orangtua dari anak-anaknya yang menghafal Al-Qur’an. Allah juga akan menjaga jasad para penghafal Al-Qur’an tetap utuh dalam kubur hingga hari kiamat tiba.

Ustadz Adi juga menjelaskan Allah SWT membuka seluruh pintu surga bagi para penghafal Al-Qur’an. Kemudian memanggil seluruh anggota keluarga mereka untuk berbondong-bondong masuk ke dalamnya.

Namun tak semua penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan tersebut.  Menurut Ustadz Adi, para penghafal Al-Qur’an terbagi menjadi tiga jenis, pertama penghafal Al-Qur’an yang zalim dalam perilakunya. Ia mampu menghafal Al-Qur’an bahkan membacanya dengan benar sesuai dengan kaidah, tetapi perilakunya menyimpang dari Al-Qur’an.

“Penghafal Al-Qur’an yang zalim ini menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Seperti ada orang yang hafal qul huwallahu ahad, dia hafal suratnya sempurna membacanya cuma sayang tidak digunakan dalam hidupnya, lisannya bisa mengucapkan semua agama itu sama,” tuturnya.

Kedua, penghafal yang belum bisa mengamalkan Al-Qur’an yang dihafalnya untuk kemaslahatan umat. Dia sebatas menghafal dan mengambil manfaatnya bagi diri sendiri.

Sementara jenis penghafal Al-Qur’an yang ketiga, yakni orang yang mampu menghafal Al-Qur’an dan menyegerakan untuk melaksanakan setiap ayat yang dihafalnya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah jenis penghafal Al-Qur’an yang sejatinya akan mendapatkan kemuliaan tadi.

“Walaupun dia belum hafal 30 juz, tapi dengan cepat dia melaksanakan setiap yang telah dihafalnya dalam kehidupan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, KH Muhammad Cholil Nafis, Ph.D mengatakan, penghafal Al-Qur’an akan memiliki banyak godaan yang akan dihadapi di masa yang akan datang.

“Kelak mereka bisa menjadi ulama, cendekiawan, dokter, arsitek dan lain-lain. Di era sekarang ini banyak godaan bagi pembawa misi Al-Qur’an dan pejuang agama Islam,” ujarnya.

Kiai Cholil menyebut, godaan pertama menghadapi arus pemikiran. Karena, pemikiran yang menghantui ajaran Islam saat ini terdapat ekstrimisme, baik yang pemikiran terlalu ke kanan ataupun terlalu ke kiri. “Karena tidak memahami Islam dengan benar sehingga tak bisa menjadi umat yang wasathi maka muncullah Muslim liberal dan Muslim radikal,” ucapnya.

Pemikir liberal yang terlalu ke kiri seringkali merasa pintar, sehingga salah dalam memahami ayat Al-Qur’an. Sementara, pemikir radikal yang ke kanan-kananan memiliki pemahaman literalis dan tekstualis, sehingga tak jarang mengafirkan yang lain. “Itulah yang menjadi tantangan pertama bagi penghafal Al-Qur’an,”  ujarnya.

Tantangan kedua, yaitu terkait dengan persoalan ekonomi. “Ekonomi yang melilit dalam kehidupan seseorang kadang menjadi lupa dengan Al-Qur’an yang telah dihafalnya. Harapannya bagi para penghafal Al-Qur’an agar dapat memilih profesi yang seiring dengan kewajiban menjaga Al-Qur’an di qalbunya,” katanya.

Tantangan ketiga yaitu tantangan politik. Menurut dia, politik juga menjadi tantangan bahkan hambatan bagi pejuang Islam dan penghafal Al-Qur’an. Karena, kesibukan berorganisasi dan berpolitik kerap melalaikan tujuan awal perjuangan.

Awalnya hanya untuk mengimbangi dinamika sosial, tapi selanjutnya kadang terhanyut iming-iming politik yang bertolak belakang dengan misi perjuangan yang ada di Al-Qur’an. “Tak terkecuali penghafal Al-Qur’an menjadi lupa untuk menjaganya bahkan kadang lengah untuk mengamalkannya,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini.

Ustadzah Nabilah Abdul Rahim Bayan, MA, Juri Hafidz Indonesia, menjelaskan ada tiga kesalahan besar bagi para penghafal Al-Qur’an. Selain kurang memahami keutamaan Al-Qur’an, beberapa kesalahan penghafal Al-Qur’an lainnya yakni dimulai dari perkara hati.

“Maka, pastikan niatnya mempelajari Al-Qur’an semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT,” tekan ustadzah kelahiran Mekkah tersebut.

Ketika Allah sudah mengizinkan kita untuk membuka Al-Qur’an, membacanya, bahkan menghafalkannya, itu rezeki yang besar bukti kasih sayang Allah untuk kita. Untuk menjadi temannya Al-Qur’an, itu bukan hal yang mudah. “Karena setan pasti akan menggoda kita,” tambah Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Syam itu.

Kesalahan kedua yaitu menghafal Al-Qur’an hanya untuk dipuji bukan untuk mencari ridha Allah. “Perkara niat ini kita jangan menyepelekannya dan harus selalu diingatkan kembali, alasan terbesar kenapa kita harus menghafal Al-Qur’an,” tegasnya.

Kesalahan berikutnya harus diperhatikan ialah dosa. Pengaruh dosa kepada para penghafal ini luar biasa. Bagi ahlul Qur’an sangat penting untuk menjaga perilakunya, adabnya, bahkan salah satu contoh yakni tertawa terbahak-bahak saja tidak dibolehkan, tidak seperti orang lain.

Masalah niat juga menjadi perhatian hafidz Al-Qur’an, Muzammil Hasballah, sebab untuk menghafal Al-Qur’an yang dibutuhkan pertama kali niat yang lurus. “Yang harus ada itu niat yang lurus lillahi ta’ala dan ikhlas, selebihnya soal teknis,” ujarnya dalam sebuah acara belum lama ini.

Dia mengatakan harus ada kemauan dalam diri seseorang ketika ingin menghafal Al-Qur’an. Jangan melakukannya hanya untuk mengikuti tren. Menurut dia, tidak sedikit hafidz yang menyangka dirinya akan menjadi penghafal Al-Qur’an.

Menurut Muzammil, niat menghafal Al-Qur’an hendaknya ditujukan untuk menjaga Kalamullah yang mulia. Allah SWT dapat menjaga Al-Qur’an dengan atau tanpa manusia. Muzammil mengatakan hal tersebut sesuai dengan Surah al-Hijr ayat 9 yang memiliki arti, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”[]

Tags: Hafidz Qur'an
Share387Tweet242Send
Previous Post

HNW: Teror Imam Masjid dan Bom Bunuh Diri Perlu Diusut Tuntas

Next Post

Parlemen Peru Gulingkan Kursi Presiden Pedro Castillo

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
management pesantren

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

16 June 2026
Pondok Al-Muqoddasah Buka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Pondok Al-Muqoddasah Buka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2025-2026

20 November 2024
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result