Depok, Gontornews — “Mendidik anak harus sesuai zamannya agar tidak menjadi generasi yang lemah,” terang Ustadzah Syifa Nur Fadhilah kepada Gontornews.com dalam acara seminar bertajuk Wahai Ibu Didiklah Anakmu Sesuai Zamannya, Sabtu (10/12/2022). Socrates juga pernah berkata, “Jangan paksakan anak-anakmu mengikuti jejakmu, mereka diciptakan untuk kehidupan di zaman mereka bukan zamanmu.”
Anak adalah amanah dari Allah SWT dan sudah menjadi kewajiban orangtua untuk bisa mendidiknya sebaik mungkin sesuai dengan perkembangan zamannya. Pada pemaparannya, Ustadzah Fadhilah menjelaskan terkait gambaran fenomena pendidikan di tiga zaman, yaitu pertama, pendidikan wajib di zaman Nabi, seperti ajarilah anak-anak kalian berenang, memanah, dan menunggang kuda.
Maka, zaman dulu sangat diprioritaskan bagi anak-anak untuk belajar berenang, memanah, dan berkuda. “Dan zaman ini adalah zaman terbaik, zaman keemasan Islam, dimana didikan orangtua kala itu sangat baik sekali,” tekan ibu anak satu tersebut.
Kedua, pendidikan sebelum adanya teknologi, yaitu seperti masa kecil kebanyakan orangtua saat ini dimana anak-anak belum banyak berinteraksi dengan teknologi. Dulu kita tanpa handphone biasa aja, dan dulu hukuman dijewer atau berdiri di lapangan kita terima, karena tidak ada media sosial yang bisa diviralkan, dijadikan konten, atau diadukan.
Ketiga, pendidikan di zaman milenial, pasca-Covid, dan di masa teknologi serba maju. Pada masa serba teknologi ini orangtua menghadapi anak yang mulai narsis, konsumtif, dan instan segalanya. “Pada zaman ini PR-nya banyak sekali,” tekan daiah nasional tersebut.
Lantas, apa yang harus dipersiapkan bagi seorang ibu dalam memberi pendidikan terhadap anak? Bagi orangtua yang tengah berjuang di zaman ketiga ini, sebaiknya mempersiapkan beberapa hal berikut ini dalam mendidik buah hatinya: satu, tauhid yang kuat, dua nutrisi rohani (kondisi psikologis dan tabiat yang baik), tiga, melatih diri menjadi role model bagi anak-anaknya; orangtua harus memberi contoh yang terbaik bagi anaknya, empat, imu dunia akhirat, pernikahan, dan parenting, lima, nutrisi jasmani. [Edithya Miranti]





















