Jakarta, Gontornews — Kanker serviks merupakan penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Posisinya kerap berganti-gantian dengan penyakit kanker payudara.
“Di dunia ini, kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor dua, tapi di Indonesia penyebab kematian nomor satu,” terang dr Denny Khusen SpOG FICS kepada Gontornews.com Jumat, (9/12/22).
Berdasarkan data yang didapatnya, disebutkan dda 500.000 kasus baru dan 200.000 kasus kematian dari kanker ini. Bahkan setiap dua menit di dunia ada yang mengalami kasus ini. Oleh sebab itu, lanjut sang dokter muda tersebut, pencegahan bisa dengan vaksin dan pemeriksaan dini (pap smear).
Dalam seminar lewat aplikasi Zoom Meeting bertajuk Waspada Kanker Serviks, Kenali, dan Cegah Sejak Dini, dr Denny selaku anggota aktif Ikatan Dokter Indonesia ini menjelaskan bahwa kanker serviks ini jika dilakukan pencegahan dari awal bisa dicegah, karena keluhan dari ringan ke berat bisa antara 3-17 tahun prosesnya.
“Faktor resiko antara lain berganti pasangan, merokok, hubungan seksual dini, serta memiliki anak saat usia dini,” ulas Dokter Kandungan yang juga tergabung dalam Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan International College of Surgeons (ICSI) itu.
Gejala dan tandanya diantaranya yaitu tidak ada keluhan pada stadium dini, keputihan yang tidak bisa sembuh, pendarahan spontan setelah berhubungan, nyeri panggul, penurunan berat badan, gangguan buang air besar, gangguan ginjal, mual, dan muntah.
Dokter Denny lantar menambahkan beberapa cara pencegahan kanker serviks sebagai berikut, pertama, edukasi, kondom, vaksinasi sejak usia 9 tahun. Jika sudah menikah boleh vaksin, tapi yang lebih bagus vaksin dilakukan sebelum pasien melakukan hubungan seksual.
Kedua, deteksi dini dengan pap smear dan IVA (Inspeksi Visual Asetat) yang merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Ketiga, pengobatan. Biasanya untuk pasien stadium 1 dan 2 bisa dengan cara operasi.
Lalu untuk pencegahan bisa juga dengan melakukan Vaksin HPV yakni jenis vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit karena human papillomavirus. Sebagaimana pada wanita, virus ini bisa menyebabkan kanker leher rahim, kanker vulva, kutil kelamin, dan anus. Sementara pada pria, virus HPV bisa menyebabkan penyakit kutil kelamin, kanker anus, serta kanker penis. [Edithya Miranti]





















