Jenewa, Gontornews — Hampir 18.000 korban sipil telah dikonfirmasi di Ukraina sejak 24 Februari, kata kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).
Menurut angka yang diberikan oleh OHCHR, 6.884 warga sipil telah tewas dan 10.947 terluka sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.
Badan PBB itu menambahkan bahwa jumlah korban sebenarnya “jauh lebih tinggi” dari angka itu.
“Sebagian besar korban sipil yang tercatat disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan efek area yang luas, termasuk penembakan dari artileri berat, sistem peluncuran roket ganda, misil, dan serangan udara,” kata OHCHR dirilis dw.com.
Daerah yang paling terpukul yaitu Donetsk dan Luhansk di Ukraina bagian timur.
Sementara itu menurut data Pemerintah Ukraina, 700 objek infrastruktur kritis telah dihancurkan sejak invasi Rusia. “Kita berbicara tentang jaringan pipa gas, gardu induk, jembatan dan sejenisnya,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Yevgeny Yenin di televisi.
Wakil menteri itu mengatakan bahwa total 35.000 objek telah dirusak oleh pasukan Rusia.
Rusia telah menargetkan infrastruktur energi Ukraina yang berdampak parah pada jaringan listrik negara itu, yang menyebabkan pemadaman darurat. []






















