Depok, Gontornews — Kepada Gontornews.com Ustadz Syauqu Habibie, pengurus Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam Depok mengabarkan bahwa pada Jumat (20/12023) para mahasiswi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor datang mengunjungi pesantren mahasiswa tersebut.
Rombongan yang berjumlah 42 mahasiswi itu pun melakukan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) dengan dibimbing oleh tiga orang dosen pembimbing.
Studi Pengayaan Lapangan merupakan program tahunan bagi mahasiswi semester enam di UNIDA Gontor yang bertujuan menambah wawasan akademik program studi terkait, serta sebagai referensi bagi mahasiswi semester enam dalam mempersiapkan skripsi.
Ketua Prodi IAT UNIDA, Ustadz Fadly Rahman, dalam sambutannya berkata, βPenting bagi kami mengunjungi STKQ Al-Hikam.” Ia pun menuturkan bahwa ini merupakan kunjungan kelima mereka, setelah sebelumnya mengunjungi Institut Ilmu al-Qurβan (IIQ) Jakarta, Pusat Studi Al-Qurβan (PSQ), Majalah Mata Air, dan Institute For The Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST).
Bahagia dengan kedatangan para tamu, Ustadz Adib Minanul Cholik, selaku Ketua STKQ pun menyambut mereka dengan mengucapkan ahlan wa sahlan atas kunjungan tersebut dan kunjungan ini merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi STKQ Al-Hikam karena telah menjadi daftar kunjungan dalam perjalanan mereka.
Kepala Pesantren sekaligus Ketua Bidang Kemahasiswaan, KH Yusron Shidqi menambahkan, “Ini adalah ahlan wa sahlan yang sesungguhnya. Karena kalau di Pondok Darussalam dulu, ahlan wa sahlan hanya ungkapan, kenyataannya adalah la ahlan wa la sahlan, mengingat kedatangan kembali santri ke pondok pasca liburan berarti kembali menjalani kesulitan-kesulitan hidup di pondok.” Ungkapan tersebut kemudian disambut gelak tawa mahasiswi yang merasa senasib dan mengerti betul akan perjuangan hidup santri di pondok pesantren .
Narasumber pada acara ini adalah Ketua STKQ dan Ketua Bidang Kemahasiswaan. Forum berjalan sangat interaktif, mahasiswi UNIDA seluruhnya antusias dan bersemangat mengikuti acara demi acara, terlebih saat sesi tanya jawab. Para mahasiswi memanfaatkan momen ini untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai Prodi IAT di STKQ dan hal terkait IAT itu sendiri.
Menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswi UNIDA terkait mata kuliah unggulan yang menjadi distingsi Prodi IAT di STKQ, Ustadz Adib mengatakan bahwa Ilmu Qiraat dan Rasm Utsmani yang sampai saat ini menjadi prodi unggulan. Namun, sebenarnya distingsi STKQ Al-Hikam sendiri adalah tasmiβ 30 Juz yang menjadi syarat menyusun skripsi dan juga Program Masa Bakti (PROSAKTI), yaitu pengabdian mahasiswa ke daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).
UNIDA dan STKQ Al-Hikam sendiri sejatinya memiliki hubungan genologi, sebagaimana yang kita ketahui pendiri STKQ, KH Hasyim MuzadiΒ merupakan alumni Pesantren Darussalam Gontor. Oleh karena itu, Gus Yusron menyambut mereka dengan ungkapan, βSelamat datang di kebun KH Zarkasyi.β Ia mengatakan bahwa apa yang ditanam alumni adalah tanaman pendidik.
Maka, sebenarnya STKQ Al-Hikam tak jauh berbeda dengan UNIDA, karena tumbuh dari bibit yang sama. Ke depannya, Gus Yusron berharap antara STKQ dan UNIDA dapat lebih bersinergi lagi untuk memperkuat jalinan kekeluargaan ini. [Edithya Miranti]






















