Brasilia, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Brazil, Jumat (20/1/2023), mengumumkan status darurat medis di wilayah Yanomami, cagar alam terbesar di Brazil yang berbatasan dengan Venezuela. Keputusan ini tidak lepas dari terdapatnya laporan kematian anak-anak karena malnutrisi dan penyakit lain karena penambangan emas ilegal.
Dalam sebuah keputusan yang terbit pada Jumat, pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan satu dari tujuh deklarasi adalah memulihkan kesehatan warga Yanomami yang hancur akibat rezim pemerintahan Jair Bolsonaro.
Pada empat tahun masa kepresidenan Bolsonaro, 570 anak Yanomami meninggal karena sejumlah penyakit malnutrisi dan sejumlah penyakit seperti malaria, diare dan malformasi kongenital yang disebabkan oleh merkuri yang digunakan oleh penambang emas ilegal di Yanomami.
Lula menganggap situasi di Yanomami bak genosida alih-alih sekedar krisis kemanusiaan. Pada kunjungannya ke pusat kesehatan Yanomami di Boa Vista di negara bagian Roraima, Sabtu (21/1/2023), Lula melihat sejumlah foto yang menunjukkan kondisi mengenaskan masyarakat Yanomami.
“Lebih dari krisis kemanusiaan. Apa yang saya lihat di Roraima adalah genosida, kejahatan terencana terhadap Yanomami yang dilakukan oleh pemerintah yang tidak peka terhadap penderitaan,” kata Lula sebagaimana dilansir Reuters.
Pemerintah Brazil sudah mengumumkan pemberian bantuan makanan bagi 26.000 warga Yanomami yang tinggal di wilayah hutan hujan dan sabana tropis.
Lula menambahkan pemerintah baru akan mengakhiri penambangan emas ilegal guna menghindari penggundulan hutan secara ilegal di hutan Amazon.
“Kita harus meminta pertanggungjawaban dari pemerintah sebelumnya karena telah membiarkan situasi ini menjadi lebih buruk hingga kita menemukan orang dewasa yang beratnya seperti anak-anak dan anak-anak yang hanya tinggal kulit dan tulang belaka,” ungkap Sonia Guajajara, yang memimpin Kementerian Urusan Pribumi Brazil. [Mohamad Deny Irawan]























