Bangkalan, Gontornews — Pengembangan Materi Ajar Keterampilan Membaca Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dinilai penting untuk diteliti karena beberapa faktor.
Dalam disertasi Dr Siti Maisaroh, Doktor Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Program Pascasarjana, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menyebutkan bahwa penelitian tersebut berangkat dari dua permasalahan utama. Pertama, isi bahan ajar keterampilan membaca yang diberikan oleh dosen bukanlah materi praktis atau terapan, melainkan materi teori.
Kedua, pembelajaran keterampilan membaca level dua hanya berfokus pada pembacaan teks Arab (tanpa harakat) dan melafalkan kata Arab dengan penekanan pada tempat keluarnya huruf, dialek Arab, dan hanya menekankan aspek pemahaman, serta menerjemahkan teks saja. Sedangkan di dalamnya tidak ada peningkatan tingkat keterampilan membaca yang lebih tinggi.
Pada penelitian yang dibimbing langsung oleh Prof Dr Faisol Mahmud Adam Ibrahim dan Dr Sutaman MA itu pun menekankan beberapa tujuan penelitian seperti pertama, mengembangkan materi ajar keterampilan membaca berbasis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Kedua, mendeteksi kelayakan materi ajar. Ketiga, mengukur efektivitas materi ajar.
“Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, ialah analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi,” tekan alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 tahun 2005 itu.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, angket, dan tes. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui teori Mills, Huberman, dan Saldana dengan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan analisis kuantitatif dengan menggunakan SPSS 22.
Berdasarkan penelitian Editor Jurnal Bahasa Arab “Alibba'” 2020 hingga sekarang tersebut dijabarkan beberapa hasil penelitian, pertama, materi ajar keterampilan membaca dikembangkan berdasarkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam bentuk buku ajar ini sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi, keinginan mahasiswa, dan analisis kebutuhan mahasiswa.
Materi diambil dari topik masalah aktual dan nyata, serta fenomena yang terjadi di masyarakat. “Materi ini terdiri dari sepuluh topik yang bertujuan agar siswa memiliki kemampuan dalam pemahaman inferensial, evaluasi, dan apresiasi,” tambahnya dalam disertasi berjudul, “Pengembangan Materi Ajar Keterampilan Membaca Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Bagi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura”.
Kepada Gontornews.com, Dr Imay, begitu sapaannya menjelaskan bahwa sepuluh materi tersebut disesuaikan dengan tema berikut ini. Pertama, tema Pendidikan; judul Pembelajaran Jarak Jauh. Kedua, Teknologi; judul Fenomena Tiktok. Ketiga, Budaya; judul Taneyan Lanjhang (Model Pemukiman Khas Madura). Keempat, Infrastruktur; judul Suramadu Sebagai Kemajuan Masyarakat Madura.
Kelima, Kesehatan 1; judul Virus Korona (Covid 19); Antara Fakta dan Konspirasi. Keenam, Kesehatan 2; Narkoba dan Pencegahannya. Ketujuh, Sosial-Keagamaan; judul Islam dan Moderasi Beragama. Kedelapan, Peradaban; judul Era Revolusi Industri 4.0. Kesembilan, Cinta Tanah Air; Indonesia Sebagai Negara yang Kaya Akan Budaya. Kesepuluh, Sosial-Ekonomi; judul Pengangguran dan Virus Korona.
Kedua, materi ajar keterampilan membaca dikembangkan berdasarkan keterampilan berpikir tingkat tinggi layak untuk digunakan berdasarkan hasil validasi pakar dengan persentase skor 94,62 % untuk materi ajar, 87,25 % untuk keterampilan membaca, 85 % untuk teknologi pembelajaran, dan 92 % untuk bahasa, yang mana skor ini menunjukkan bahwa materi ajar “sangat baik” dan layak digunakan.
Ketiga, efektivitas penggunaan materi ajar yang dikembangkan sangat baik, karena setelah pre-test dan post-test ada hasil T-test. = 19,724 dengan probabilitas (Pobabilitas) = 0,000 karena probabilitasnya lebih kecil dari = 0,005, maka Ho diterima dan H1 diterima, artinya pengajaran keterampilan membaca dikembangkan untuk mahasiswa semester III di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Madura efektif dan cocok untuk mengajarkannya.
Hasil teoritis dalam penelitian ini adalah materi ajar Bahasa Arab yang dikembangkan dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi mencakup kombinasi psikologi dan budaya lokal dapat meningkatkan pemahaman inferensial, pemahaman evaluatif, dan pemahaman apresiatif menurut klasifikasi keterampilan membaca Barrett.
Selain itu, mantan Bagian Bahasa Gontor Putri ini pun juga memberikan rekomendasi bagi peneliti. Pertama, peneliti dapat mengembangkan materi ajar Bahasa Arab dalam keterampilan bahasa yang lain (selain keterampilan membaca), seperti keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis berdasarkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS).
Kedua, materi ajar yang telah dikembangkan ini tentu tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan, baik di aspek bahasa, metodologi, dan sejenisnya. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan buku ini lebih luas dan lebih baik lagi.
Kemudian rekomendasi bagi dosen yakni satu, dosen dan mahasiswa dapat menggunakan materi ajar tersebut sebagai acuan dalam proses belajar mengajar di kelas, karena materi ajar tersebut telah divalidasi oleh para ahli, praktisi, dan respon mahasiswa.
Dua, dosen dapat menerapkan metode keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam mengajarkan keterampilan membaca dan keterampilan bahasa lainnya, seperti keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis untuk meningkatkan keterampilan kognitif dan keterampilan mahasiswa yang dibutuhkan di abad 21.
Selanjutnya rekomendasi bagi perguruan tinggi di antaranya yaitu peneliti berharap semua lembaga pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi lebih banyak mengadakan pelatihan atau workshop minimal tiga kali dalam setahun bagi guru atau dosen untuk membantu dalam pengajaran membaca dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Berdasarkan pemaparan di atas, Siti Maisaroh menyarankan agar dosen hendaknya menggunakan berbagai metode dan sarana pengajaran yang menarik. Sehingga pengajaran nyaman dan mahasiswa memperoleh keterampilan Bahasa Arab yang baik, khususnya di bagian pengajaran Bahasa Arab.
“Lalu pembelajaran di abad 21 dan di era revolusi industri 4.0, serta era masyarakat 5.0 ini harus dikembangkan dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif terutama dalam pengembangan materi ajar Bahasa Arab,” tutup Ketua Umum Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kecamatan Bangkalan 2022 hingga sekarang itu. [Edithya Miranti]
Biodata Penulis
Nama : Dr Hj Siti Maisaroh Lc MPdI
Tempat Tanggal Lahir : Bangkalan, 20 April 1985
Alumni : Gontor Putri 2005
Pekerjaan : Dosen Pendidikan Bahasa Arab IAIN Madura
Suami : H Muhammad Habibi Rambe MHI
Pendidikan:
- S1, Jurusan Bahasa Arab, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
- S2, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, UIN Sunan Ampel, Surabaya.
- S3, jurusan Pendidikan Bahasa Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Karya Ilmiah :
- Buku Ajar Perguruan Tinggi Pogram S-1 judul, “Kitab al-Qiro’ah wa al-Tafkir al-‘Ulya“, 2022.
- Jurnal, “Eksistensi Studi Islam (Materi Sejarah Islam di Madrasah Aliyah) yang diterbitkan oleh Jurnal Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No 1, 2021.
- Buku untuk Tes TOAFL judul, “Ta’alaw Nakhtab Ijadatana li al-Lughati al-‘Arabiyah“, Desember, 2020.
Pengalaman Organisasi:
- Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdhatul Uama, Kabupaten Bangkalan, 2022-sekarang.
Wakil Ketua International Office (IO) IAIN Madura, 2022-sekarang.




















