pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 26 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

Dr Hilyati Aulia MSi, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Edithya Miranti by Edithya Miranti
31 minutes ago
in Risalah
0
Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

Konsep perwalian dalam al-Qur’an merupakan otoritas manusia, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mengatur, mengelola, dan mengarahkan pihak yang berada di bawah tanggungannya. Konsep perwalian mengandung dimensi otoritas dan tanggung jawab yang tidak terbatas pada laki-laki, tetapi juga dapat melekat pada perempuan.

Pembahasan terkait otoritas perwalian perempuan memperlihatkan kesenjangan teoritis antara konsep perwalian dalam al-Qur’an dan konstruksi perwalian yang berkembang dalam hukum Islam. Dalam al-Qur’an, perwalian adalah perlindungan, penjagaan, dan dukungan berkelanjutan yang bersumber dari Tuhan dan berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Sebaliknya, dalam hukum Islam, perwalian adalah otoritas hukum yang bersifat patriarkal, dilekatkan pada laki-laki, khususnya ayah dan kerabat laki-laki, dalam mengelola urusan hukum pihak yang berada di bawah tanggungannya.

Padahal, produk hukum Islam dibangun berdasarkan sumber-sumber hukum dalam syariah. Sumber hukum syariah yang tertinggi adalah al-Qur’an dan semua sumber hukum setelahnya dapat dipastikan juga merujuk pada al-Qur’an. Maka, sudah seyogyanya untuk merunut konsep perwalian dari sumber tertinggi dalam syariah, yaitu al-Qur’an.

Kesenjangan teoritis terkait konsep perwalian ini menimbulkan problem akademik terkait legitimasi otoritas perwalian perempuan. Satu pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya agar menjadi sebuah puzzle yang utuh, yaitu bagaimana pemaknaan perwalian dalam hukum Islam menjadi hak prerogatif laki-laki dan tidak memberikan otoritas perwalian kepada perempuan? Sedangkan, al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa auliyā berasal dari golongan mu’minīn dan mu’mināt.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Selanjutnya kesenjangan teoritis terkait perwalian perempuan didukung dengan adanya kesenjangan sosial di lapangan. Saat ini, fenomena ibu tunggal menjadi fenomena yang umum di Indonesia. Fenomena ini mencapai level yang sangat mengkhawatirkan karena jumlah kasusnya meningkat dari tahun ke tahun, dengan berbagai kasus di antaranya kekerasan seksual pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ayah kandung. Pada kenyataannya, ibu tunggal berupaya memenuhi fungsi keluarga yang baik demi anak-anaknya, termasuk fungsi yang seharusnya dilakukan oleh ayah. Maka, bagaimana mungkin seorang ibu telah menjalankan kewajiban perwalian tetapi tidak mendapatkan haknya?

Peneliti, Dr Hilyati Aulia MSI bermaksud untuk mengatasi kesenjangan teoritis dan sosial dalam perwalian dengan merumuskan Otoritas Perwalian Perempuan dalam al-Qur’an. Karena menurutnya, sesungguhnya al-Qur’an tidak lekang oleh waktu dan selalu maslahat bagi semua gender, baik laki-laki maupun perempuan.



Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep perwalian dalam al-Qur’an adalah otoritas manusia, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mengatur, mengelola, dan mengarahkan pihak yang berada di bawah tanggungannya. “Konsep perwalian mengandung dimensi otoritas dan tanggung jawab yang tidak terbatas pada laki-laki, tetapi juga dapat melekat pada perempuan,” terang penerima Penghargaan Best Dissertation Tingkat Universitas pada Program Doktoral UIN Walisongo Semarang tahun 2025 itu.

Muslimah kelahiran Semarang itu menambahkan bahwa konsep perwalian dalam al-Qur’an berakar pada dua prinsip utama, yaitu prinsip universal dan prinsip khusus. Prinsip universal menekankan bahwa perwalian berlandaskan pada keimanan dan kesetaraan sebagai nilai fundamental yang berlaku lintas ruang dan waktu. Sedangkan prinsip khusus menegaskan batasan dan tugas spesifik perwalian, seperti kedudukan ulū al-arḥām (yaitu dari jalur ayah dan jalur ibu) sebagai sebab perwalian, pentingnya kesejahteraan anak, kewajiban wali dalam memberikan perlindungan kepada anak termasuk memastikan kemaslahatan anaknya yang akan menikah, serta hak yang timbul sebagai konsekuensi logis dari tanggung jawab tersebut, termasuk hak menjadi wali nikah.

Implementasi perwalian yang ditemukan dalam teks al-Qur’an, seperti gender wali, laki-laki dan nafkah, laki-laki dan wali nikah, serta laki-laki dan pengelolaan harta, semuanya bersifat parsial dan kontekstual sesuai dengan kondisi sosio-historis masa turunnya wahyu dan tidak boleh mengungguli prinsip universal yang lebih mendasar, yaitu keimanan dan kesetaraan.

Selanjutnya, kontekstualisasi perwalian perempuan dalam al-Qur’an menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang memadai untuk memikul peran wali, baik dalam bidang pernikahan maupun pengelolaan harta. Hal ini didukung oleh beberapa indikator, antara lain kemampuan kognitif perempuan yang setara dengan laki-laki, perannya sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga, kemampuannya dalam memastikan kemaslahatan pernikahan bagi anak, serta kecakapannya dalam mengelola harta, baik dalam aspek memperoleh, menjaga, maupun mengembangkannya.

Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perwalian dalam al-Qur’an bersifat dimensional dan inklusif, serta membuka ruang bagi perempuan untuk memperoleh otoritas perwalian. “Temuan ini sekaligus memberikan kontribusi penting bagi pengembangan wacana kesetaraan gender dalam hukum Islam dan aktualisasi nilai-nilai universal al-Qur’an dalam masyarakat modern,” terang Dosen Aktif Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan ini.

Dr Hilyati Aulia juga turut memberikan saran penelitian lanjutan, otoritas perwalian perempuan sebagaimana ditunjukkan dalam al-Qur’an sangat relevan untuk direlevansikan dalam kerangka hukum keluarga Islam di Indonesia, khususnya Kompilasi Hukum Islam (KHI). “Dengan menegaskan kapasitas perempuan sebagai wali, KHI berpotensi memberikan ruang yang lebih adil dan inklusif, serta mencerminkan aktualisasi nilai-nilai al-Qur’an yang responsif terhadap dinamika sosial kontemporer,” tutup Mahasiswa Terbaik pada Program Doktoral UIN Walisongo Semarang tahun 2025 tersebut. [Edithya Miranti]

 

Biodata Peneliti

Nama Lengkap : Dr Hilyati Aulia MSI

Tempat Tanggal Lahir : Semarang, 24 November 1987

Alumni : Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2006

Aktivitas : Dosen aktif Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

Riwayat Pendidikan :

  1. S1 Tafsir-Hadits, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang, 2007-2012.
  2. S2 Tafsir-Hadits, UIN Walisongo, 2012-2015.
  3. S3 Studi Islam Konsentrasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, UIN Walisongo, 2022-2025.

Prestasi Akademik :

  1. Awardee Beasiswa DIPA Fakultas Ushuluddin Program Khusus (FUPK) di IAIN Walisongo, Semarang, 2007.
  2. Penerima Penghargaan Best ThesisTingkat Institut Program Strata 1 di IAIN Walisongo, 2012.
  3. Awardee Beasiswa Strata 2 Program DIKTIS Kementrian Agama, 2012-2014.
  4. AwardeeBeasiswa Kursus Bahasa Asing Program MORA 5000 Doktor di IALF Bali, 2016-2017.
  5. Awardee Beasiswa Doktoral Program Kolaborasi antara Beasiswa Indonesia Bangkit Kementerian Agama dan LPDP Kementrian Keuangan, 2022-2025.
  6. Mahasiswa Terbaik Program Doktoral UIN Walisongo, 2025.
  7. Penerima Penghargaan Best DissertationTingkat Universitas pada Program Doktoral UIN Walisongo, 2025.
Tags: Dr Hilyati Aulia MSIOtoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’anUniversitas Islam Negeri Walisongo Semarang
ShareTweetSend
Previous Post

Santri dan Pesantren Punya Peran Strategis di Masyarakat

Next Post

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

0
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

0
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

25 October 2026
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

25 October 2026
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

25 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

25 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result