Depok, Gontornews — Menjadi orangtua dapat menjadi salah satu pengalaman hidup yang berharga, tetapi tidak berarti mudah, untuk menjadi orangtua yang baik. Karena itu kita butuh untuk mengetahui bagaimana membuat anak kita merasa dihargai dan dicintai, sembari mengajarkan perbedaan antara hal yang benar dan salah.
Jika ada pertanyaan, “Apa harapan Anda terhadap anak-anak?” Tentu jawaban akan beragam sekali, mulai dari ingin memiliki anak yang penurut, pintar, tidak nakal, membanggakan orang tua, dsb. Wajar ketika memiliki anak, setiap pasangan mempunyai pengharapan seperti jawaban di atas. Namun, pertanyaan selanjutnya, “Bagaimana cara mencetak anak memiliki karakter seperti dambaan orangtua?” Sama halnya dengan jawaban sebelumnya, cara yang diterapkan setiap orangtua tentu bervariasi. Jangankan antarorangtua, tidak jarang masing-masing pasangan memiliki prinsip berlainan ketika mengasuh anak. Misalnya saja, ayah menerapkan pola asuh yang cenderung disiplin, sebaliknya ibu lebih longgar dalam menerapkan aturan, dan yang terjadi kemudian, orangtua bertengkar, saling menyalahkan serta menganggap sikapnyalah yang paling tepat. Lalu, adakah akibatnya bagi anak? Tentu saja, salah satunya anak bingung karena adanya dualisme pola asuh yang pada akhirnya membuat mereka memilih mana yang dinilai lebih menyenangkan, enak, ataupun menguntungkan dirinya. Untuk apa disiplin, toh lebih enak santai. Untuk apa teratur, jika ada yang memberikan keleluasaan bersikap semaunya, dan sebagainya.
Menyikapi hal tersebut di atas, maka Pesantren Modern Primago mengadakan kegiatan seminar Parenting Menjadi Orangtua Terbaik bagi Anak, Mendidik dengan Cinta bersama Ustadz Awaluddin Faj selaku Pimpinan Pesantren Modern Primago.
Ustadz Awaluddin Faj mengatakan, anak merupakan aset di dunia dan akhirat bagi orangtua, kesuksesan anak kesuksesan orangtua dalam memberikan pendidikan yang terbaik.
Kesuksesan dalam mendidik, menjadi buah berharga bagi anak ke depannya, sehingga orangtua harus tega dan tegas, tentu harus dibingkai dengan doa setiap saat untuk sang buah hati.
Doa orangtua khususnya ibu mampu menembus langit. Ini menunjukkan posisi orangtua begitu mulia, doa yang sangat mustajab, doa yang tidak diragukan lagi. Yakni tidak lain doa dari orangtua, dari ayah bunda, khususnya dari dirimu wahai ibu.
“Sudahkah, seringkah, berapa banyakkah kita mendokan buah hati. Lisan orangtua ibarat tabungan bagi buah hati dan tentu bagi orangtua itu sendiri. Saat lisan mengucapkan kalimat-kalimat bahkan doa-doa kebaikan, maka hal positif akan senantiasa didapatkan oleh buah hati kita di kemudian hari, bak hadiah yang mereka mimpikan. Begitupun sebaliknya, jika kata-kata kasar dan kebencian yang mereka dapat dari lisan orangtua, maka kebaikan pun akan sulit merapat pada buah hati kita. Maka setiap kali mengingat mereka, memandang wajahnya, hendaknya ayah bunda membacakan suratul Fatihah untuknya. Pun agar tenang jiwanya seringlah bacakan shalawat,” ujar Ustadz Awaluddin Faj.
Satu dari banyak kalam-kalam Allah tentang doa orangtua pada anandanya:
“ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan: 74).
Menurutnya, kesuksesan mendidik anak terletak pada pola asuh yang diterapkan sejak dini. Pola asuh bagian sebuah proses, bagaimana orangtua memperlakukan dan cara berinteraksi dengan anak di dalamnya meliputi aktivitas yang bersifat mendidik dan membimbing, memberikan perhatian, mengantarkan anak pada kedewasaan, serta penerapan aturan dalam keluarga.
Pola asuh akan membentuk dasar kepribadian seseorang, mulai dari konsep diri, kemampuan menyelesaikan masalah, dan juga pembentukan keterampilan atau kecakapan hidup (life skills).
“Pada intinya, pola asuh akan turut menentukan apakah anak kelak menjadi sosok yang tangguh (punya daya juang) atau justru rentan terhadap sumber stres,” ujar alumni Gontor 2006 itu.
“Alhamdulillah, para wali santri sangat antusias bertanya dan berbagi cerita dalam mendidik. Semoga kegiatan parenting ini bisa terus diadakan dalam upaya proses edukasi dan belajar untuk bisa menjadi orangtua terbaik baik anak-anak,” paparnya.
Mau konsultasi tentang dunia pesantren dan parenting seputar pesantren? Hubungi 0878-8998-3338. []


















