Dhaka, Gontornews — Pemerintah Bangladesh, Kamis (06/03/2023), dengan keras mengecam serangan pasukan kepolisian Israel terhadap jamaah Muslim di Masjid Al-Aqsha Jerusalem pada Rabu 5 Maret 2023. Dhaka mengatakan pihaknya percaya bahwa kebebasan beragama harus ditegakkan dalam rangka melindungi hak asasi manusia.
โBangladesh percaya bahwa kebebasan beragama harus dipegang sebagai hak asasi manusia yang mendasar. Hak untuk menjalankan ritual keagamaan, khususnya di bulan suci Ramadhan, juga harus dipastikan,โ ungkap pernyataan resmi pemerintah Bangladesh sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Pernyataan ini muncul setelah pihak kepolisian Israel menahan sekitar 350 jamaah Muslim asal Palestina yang berada di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha pada Selasa (04/03/2023).
Sekelompok warga Palestina melakukan barikade di dalam Balai Shalat Al-Qibli di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha setelah para pemukim Yahudi menyerukan penyerbuan masjid. Beruntung, mereka berhasil mencegah polisi masuk ke dalam masjid dengan menutup sejumlah pintu.
Pihak kepolisian Israel lantas bertindak anarkis setelah memutuskan untuk masuk ke dalam masjid dengan menaiki atap, menghancurkan jendela hingga menggunakan bom suara yang menyasar para jamaah Muslim di dalam aula Al-Qibli. Beberapa jamaah pun melakukan serangan balasan dengan melemparkan kembang api ke pihak kepolisian Israel.
Tidak hanya itu, sejumlah saksi menuturkan bahwa pihak kepolisian Israel sempat menembakkan gas air mata kepada jamaah Muslim. [Mohamad Deny Irawan]





















