Surabaya, Gontornews — Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Chalim Leuwimunding diusulkan meraih gelar Pahlawan Nasional. Mematangkan rencana pengusulan itu, para tokoh ulama hingga sejarawan membedah perjuangan salah satu tokoh pendiri NU asal Majalengka, Jawa Barat, ini di Gedung Islamic Center Surabaya.
“Alhamdulillah dapat terselenggara Seminar Nasional dalam rangka pengusulan KH Abdul Chalim Leuwimunding sebagai calon Pahlawan Nasional,” ujar ketua panitia seminar, Muhammad Ghofirin seperti dilansir Langit7.
Seminar di Surabaya merupakan kali ketiga dan diikuti 500 peserta, terdiri berbagai unsur di antaranya sejarawan, ulama, akademisi, birokrat, dan masyarakat umum.
Beberapa tokoh yang hadir seperti Nyai Hj Machfudhoh-putri pertama KH Wahab Chasbullah, cucunya KH Hasyim Asyari, putranya KH Hasan Dipo hingga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gus Ghofirin, panggilan karib Muhammad Ghofirin mengatakan, penyelenggaraan seminar ini merupakan salah satu bagian untuk memenuhi persyaratan administrasi pengusulan Gelar Pahlawan Nasional.
Dia berharap, para peserta seminar dapat memberi masukan dan memperkuat dokumen utama maupun dokumen pendukung pengusulan KH. Abdul Chalim Leuwimunding sebagai calon Pahlawan Nasional. “Karena, bisa saja ada sejarah atau cerita yang terlewatkan, dengan adanya seminar diharapkan kita semua bisa mengetahuinya,” ujarnya.
Pengurus Pondok Pesantren Amanatul Ummah ini menambahkan, ayahanda KH Asep Saifuddin Chalim ini dipandang layak menyandang gelar pahlawan nasional atas perannya dalam pendirian NU, sebagai mua’assis dan muharrik NU, serta sebagai mentor politik dan spiritual Laskar Hizbullah saat perjuangan melawan penajah untuk kemedekaan RI. Dari hasil seminar ini akan diserahkan ke Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Jawa Barat.
Guru Besar Sosialogi Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof Dr Abdul Halim menerangkan, banyak jejak-jejak sejarah perjuangan KH Abdul Chalim Leuwimunding, baik sebagai salah satu pendiri NU, terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dengan membentuk Laskar Hizbullah Cabang Majalengka, Cirebon di Jawa Barat, hingga jejak sejarah perjuangannya di jalur pendidikan, jalur perekonomian hingga jalur politik.
“Beliau mengusulkan agenda pentingnya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia di komunitas hijaz atau sebelum NU berdiri. Usulan itu disampaikan ke KH Wahab Chasbullah. Dan banyak jejak sejarah beliau terkait pendirian NU hingga kemerdekaan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Ketika terjadi pertempuran hebat di Kota Surabaya melawan sekutu pada Nopember yang saat ini dikenal sebagai Hari Pahlawan di 10 Nopember, KH Abdul Chalim waktu itu juga turut berperan meski tak menenteng senjata.
“Ketika serangan umum di Surabaya pada Nopember, beliau menyampaikan undangan pergerakan kiai yang ada di Jawa Barat untuk bersama kiai-kiai di Jawa Timur memobilisasi dan berkumpul di markas besar oelama (MBO) di Waru, Sidoarjo,” terangnya.
Selain jejak sejarah perjuangan di Kota Surabaya dan Jawa Timur. KH Abdul Chalim Leuwimunding juga memiliki jejak sejarah di wilayah Jawa Barat. [Fath]


















