Kyiv, Gontornews — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukannya siap untuk melakukan serangan balasan yang sangat ditunggu-tunggu terhadap Rusia. Namun, di sisi lain ia memperingatkan terjadinya korban massal kecuali sekutu Barat dapat memberikan lebih banyak bantuan militer.
“Sejumlah besar tentara akan mati jika Kyiv tidak dilengkapi dengan alat yang dibutuhkan untuk bertahan melawan serangan rudal Rusia,” kata Zelenskyy kepada Wall Street Journal dalam komentar yang diterbitkan pada hari Sabtu.
“Semua orang tahu betul bahwa setiap serangan balasan tanpa superioritas udara sangat berbahaya,” katanya dirilis dw.com.
“Bayangkan perasaan seorang prajurit yang tahu bahwa dia tidak memiliki ‘atap’ dan dia tidak mengerti mengapa negara tetangga memilikinya.”
Secara khusus, Zelenskyy menyerukan lebih banyak pengiriman sistem pertahanan udara Patriot buatan AS yang menurutnya merupakan satu-satunya senjata yang dapat mempertahankan langit Ukraina.
“Kenyataannya 50 Patriot, sebagian besar, akan mencegah orang meninggal,” katanya.
Komentar Zelenskyy muncul saat Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Volodymyr V. Havrylov memuji keefektifan sistem pertahanan Patriot yang dikirimkan oleh AS dan Jerman awal tahun ini.
Berbicara di sela-sela konferensi keamanan tertinggi Asia, Dialog Shangri-La di Singapura, Havrylov mengatakan sistem pertahanan udara Ukraina yang ada merupakan kunci untuk mempersiapkan serangan balasan.
Dia mengatakan “tujuan utama Rusia untuk menghentikan serangan balasan dan menargetkan pusat pengambilan keputusan kami.”
“Bagi Rusia merupakan kejutan besar untuk menemukan bahwa keefektifan (rudal balistik mereka) hampir nol terhadap sistem pertahanan udara modern, yang kami terima dari mitra kami,” tambahnya. []


















