Kali ini kita akan berbicara mengenai Al Akhlaqul Karimah. Al Akhlaqul Karimah ini berasal dari kata Al Akhlaq. Al Akhlaq itu adalah satu sifat yang ada pada diri seseorang, sifat itu telah terpendam dalam hati sehingga dengan sifat yang ada di dalam hati itu seseorang berbuat sesuatu secara otomatis. Al Karimah adalah yang mulia, yang baik, yaitu satu perangai seseorang yang menuntun orang untuk berbuat baik. Ini juga menjadi salah satu jiwa daripada Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu satu hal yang ada kaitannya dengan keikhlasan.
Al Akhlaqul Karimah itu berdasarkan kepada ajaran agama, berdasarkan kepada ajaran Rasul, berdasarkan daripada Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu akhlaknya Al-Qur’an. Segala sesuatu yang ada di Al-Qur’an itu dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Akhlaq itu adalah pengetahuan tentang baik dan buruk. Siapa yang tahu baik maka akan berbuat baik. Siapa yang tahu buruk akan menghindarkan keburukan itu. Akhlaqul Karimah ini benar-benar satu dasar yang kuat sekali di dalam ajaran agama Islam. Rasulullah berkata bahwa innama buitstu liutammima makaarimal akhlaq, aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq. Akhlaqul Karimah itu merupakan misi utama agama kita. Jadi Rasulullah diutus oleh Allah ke bumi ini untuk wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil aalamiin. Rasulullah diutus ke bumi ini untuk rahmat bagi alam. Semua alam ini mendapatkan rahmat dari Allah dengan datangnya Muhammad SAW.
Akhlaq seperti itu dasarnya kuat sekali. Karena itu kita harus benar-benar melaksanakan. Orang yang berakhlaq, orang berbuat sesuatu itu, tidak hanya berpengaruh kepada dirinya sendiri tetapi berpengaruh juga kepada orang lain karena orang itu akan bergaul dengan orang lain. Berpengaruh terhadap manusia lain yang hidup bersama. Kemudian juga terhadap binatang dan makhluk yang lain yang disebut dengan alam. Maka semuanya ini terpengaruh oleh Al Akhlaq. Jadi kita mempunyai akhlaq yang baik kepada Allah, karena itu kita akan berdoa dan minta kepada Allah. Kita akan berprasangka baik kepada Allah, dan tidak su’udzan kepada Allah.
Kita sendiri mempunyai akhlaq, mempunyai perbuatan yang baik kepada diri kita sendiri. Kita tidak memaksakan diri, tidak kalah dengan hawa nafsu. Kita selalu bisa mengendalikan diri, bisa mawas diri dan bisa mengatur diri. Ini akhlaq kepada diri sendiri.
Kemudian kepada orang lain, kita mempengaruhi orang lain dari akhlak kita, dari perbuatan kita. Kita bisa berbuat bebas tapi kebebasan kita ini selalu dibatasi dengan kebebasan orang lain. Jadi hurriyatul ma’i mahdudatun bihurriyati ghairihi. Jadi kebebasan kita ini selalu dibatasi oleh kebebasan orang lain. Maka di dalam bergaul dengan orang lain kita perlu aturan yang dibuat oleh Allah. Kita perlu pengetahuan kebaikan kepada orang lain. Jangan sampai kita berbuat jelek kepada orang lain. Jadi dengan begitu kita mempengaruhi orang lain. Kita bisa memilih tindakan atau ungkapan yang baik kepada orang lain.
Kita juga mempunyai akhlaq kepada binatang. Kita memperlakukan binatang dengan aturan-aturan tersendiri. Rasulullah mengajarkan supaya kita kalau menyembelih binatang ditajamkan pisaunya. Ini akhlaq, juga mentalitas kita yang baik kepada binatang. Kita tidak bisa berbuat semena-mena kepada binatang. Tidak boleh menyiksa binatang. Kita berbuat baik kepada binatang. Kita tidak mengganggu binatang.
Begitu juga kepada alam. Kita harus mempunyai akhlaq, mempunyai aturan terhadap alam. Kalau tidak maka ekosistem itu akan rusak. Apabila kita tidak mempunyai akhlaq yang baik maka alam akan rusak. Kerusakan yang terjadi di bumi dan di laut itu disebabkan oleh perbuatan manusia. Artinya oleh akhlaq manusia. Kalau manusia tidak mempunyai akhlaq yang baik terhadap tanah, hutan, dan air, maka semuanya akan menjadi rusak. Maka perlu juga memperlakukan alam ini dengan sebaik-baiknya sehingga ekosistem ini tidak dirusak oleh perlakuan manusia. Banyak sekali kerusakan-kerusakan di dunia ini yang disebabkan oleh manusia, disebabkan oleh ulah manusia, disebabkan oleh interes pribadi manusia. []


















