Kita harus banyak bersyukur kepada Allah, sangat banyak kenikmatan yang diberikan kepada kita di Gontor ini. Di antaranya para santri yang datang on time setelah liburan. Demikian pula jadwal bisa dibagi sesuai waktu yang direncanakan, karena sudah memanfaatkan program komputer untuk penyusunannya, menjadi lebih mudah, cepat dan akurat.
Kita di pondok ini merasakan suasana yang lebih tenteram dan damai, berbeda dengan di luar Pondok yang penuh ketidakpastian, kegelisahan dan persoalan. Karena itu kita dengan suasana yang tenang dan stabil ini seharusnya mempunyai banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang positif dan produktif.
Salah satu bahaya yang mengintai bangsa ini yaitu kebangkitan komunis baru, di berbagai sektor sudah terasa dan kalau sampai PKI berkuasa di Indonesia, maka kita akan sengsara, karena PKI akan memusuhi orang-orang yang bertuhan dan beragama.
Kita ini mendidik santri, dan mendidik itu mengolah hati anak didik kita.
Menghadapi tugas, amanat dan tantangan yang berat ini kita harus mengkristalkan diri kita, fokus memadu dan menyatu dalam misi perjuangan dan pendidikan Gontor. Fokus menjalankan proses pendidikan yang baik. Demikian pula para alumni kita, di manapun berada mempunyai misi dan tugas menjadi pendidik. Di manapun berada, apa pun profesinya harus mengajar, harus mendidik.
Kita saat ini sudah mempunyai kampus cabang sebanyak 20 buah, semua harus dibina, dimajukan dan ditingkatkan kualitasnya di berbagai aspek. Badan Wakaf sudah membuat keputusan untuk moratorium pendirian kampus cabang lagi, karena itu kita mendorong para alumni untuk mendirikan pondok-pondok pesantren atau lembaga pendidikan apa saja, meskipun berbeda bentuknya, variatif macamnya, yang penting ruh, jiwa, dan nilai-nilai Gontor ditanamkan.
Rivalitas dan pertempuran antara kebenaran dan kebatilan tidak pernah berhenti, bahkan di hari-hari ini terasa semakin kental dan kuat. (Asshira’ bainal haqq wal bathil mustamir). Maka tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mengkristalkan diri.
Menurut Ronggo Warsito saat ini kita sedang menghadapi kolotido-kolobendu, zaman penuh cobaan, musibah, zaman edan, zaman bencana. Ekonomi, politik, keamanan serba tidak pasti, sulit ditebak. Kita harus tetap waspada dan berada dalam jalan kebenaran, berpegang dengan nilai-nilai keluhuran.
Ada masalah kita selesaikan. Kita tidak lari dari masalah, tapi kita tidak menantang masalah. Ada musuh kita hadapi, kita tidak lari dari musuh.
Meski dunia terbakar, Gontor tidak boleh terbakar. Maksudnya, Gontor tetap menjaga dan menegakkan nilai-nilai, ruh, jiwa yang sudah mapan. Gontor tidak berubah. Dan di Gontor ini kita semua sama-sama berjuang untuk mendapatkan surga.
Di akhirat kelak kita tidak lagi bisa berusaha mencari surga, karena akhirat tempat untuk mendapatkan balasan, tetapi di dunia inilah tempat kita berusaha untuk membangun surga kita.
*)Disampaikan dalam acara Pembagian Jadwal Guru KMI Gontor 17 Oktober 2022 oleh Drs KH M Akrim Mariyat Dipl.A.Ed. Tulisan disadur dari buku The Garden Wisdom Ethical and Educational Wisdom: Wejangan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Drs KH M Akrim Mariyat Dipl.A.Ed, yang disusun Ahmad Suharto.






















