Khartoum, Gontornews — Tentara Sudan pada hari Rabu (14/6/2023) menuduh Pasukan Dukungan Cepat paramiliter “menculik dan membunuh” gubernur negara bagian Darfur Barat.
Peristiwa itu terjadi hampir dua bulan setelah perebutan kekuasaan antara dua jenderal yang bersaing, yang telah menjerumuskan negara itu ke dalam perang yang menghancurkan.
“Pembunuhan Khamis Abdullah Abakar berarti RSF telah menambahkan babak baru dalam catatan kejahatan biadab yang telah dilakukannya terhadap semua rakyat Sudan,” kata tentara di Facebook sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Tentara Sudan menyebut insiden itu sebagai “tindakan brutal”.[]





















