Jakarta, Gontornews — Video kampanye pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan tema keberagaman yang diunggah di akun Twitter Ahok, 9 April, menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Video berdurasi sekitar 2 menit ini dinilai provokatif dan menyudutkan pihak tertentu.
Video yang diunggah di akun resmi Ahok @basuki_btp itu bahkan berhasil memunculkan tagar #KampanyeAhokJahat dan menjadi trending topik.
Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Pedri Kasman menegaskan, video yang diunggah tim sukses Ahok sangat tidak mendidik dan merusak nilai-nilai luhur demokrasi di Indonesia.
βItu sangat bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan),β ujar Pedri dilansir JawaPos.com, Senin (10/4).
Padahal, tambah Pedri, Ahok dan tim pemenangannya selalu menolak isu SARA di Pilgub DKI. Namun ternyata mereka sendiri yang melakukan isu SARA.
βJustru menjadikan SARA sebagai komoditi politik,β tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Pedri, apa yang dilakukan Ahok lewat video kampanyenya sudah jelas-jelas tidak beretika dan merusak semangat keberagaman di Indonesia.
βBerkampanyelah dengan cara-cara yang beradab. Pemimpin yang akan dipilih sangat ditentukan dengan cara apa dia meraih kekuasaan itu,β tandasnya. [Fathurroji/Rus]




















